BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Semangat menjaga lingkungan dan mengenalkan potensi daerah ditanamkan kepada calon peserta Jambore Nasional Pramuka. Salah satunya melalui kegiatan edukasi oleh Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kaltim, Sabtu (4/7/2026).
Pembekalan tersebut menggabungkan materi tentang pelestarian ekosistem mangrove dengan pengenalan cagar budaya dan destinasi wisata unggulan Kota Balikpapan. Bekal itu agar menjadi modal bagi para peserta saat bertemu Pramuka dari berbagai daerah se-Indonesia.
Personel Direktorat Polairud Polda Kaltim, Aipda Taufik Ismail bersama Bripka Purwanto, menyampaikan materi mengenai pentingnya ekosistem mangrove. Mereka menjelaskan fungsi hutan mangrove sebagai benteng alami kawasan pesisir, habitat beragam biota, serta penyangga keseimbangan lingkungan yang mampu mengurangi abrasi dan dampak perubahan iklim.
Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para calon peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memahami pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Terutama ekosistem pesisir yang menjadi salah satu kekayaan alam Kalimantan Timur,” kata Aipda Taufik Ismail.
Selain materi lingkungan, peserta juga menerima pembekalan mengenai cagar budaya dan destinasi wisata unggulan Kota Balikpapan. Duta Pariwisata Kota Balikpapan mengenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan potensi pariwisata daerah.
Langkah itu sebagai bagian dari upaya menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah.
Melalui pembekalan tersebut, para calon peserta agar mampu menjadi duta informasi yang memperkenalkan keindahan alam, nilai budaya, serta destinasi wisata Kota Balikpapan kepada peserta Jambore Nasional Pramuka dari berbagai wilayah.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembentukan karakter Pramuka yang berjiwa kepemimpinan, disiplin, peduli terhadap lingkungan, mencintai budaya bangsa, serta memiliki kepedulian terhadap potensi daerah. (bro2)

