BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Saat sebagian warga terlelap, dapur-dapur mulai menyala menjelang sahur. Aroma masakan menyebar dari rumah ke rumah. Namun pada momen sunyi itulah risiko kebakaran kerap muncul.
Kondisi lelah dan kurang fokus saat memasak pada dini hari dapat memicu kelalaian kecil yang berujung besar. Situasi ini menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan selama Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, memastikan seluruh personel tetap siaga tanpa henti. Pos-pos pemadam bersiap merespons setiap laporan, kapan pun panggilan datang.
“Beberapa waktu lalu terdapat dua potensi kebakaran, salah satunya dalam wilayah Balikpapan Barat. Karena itu kami tetap siaga 24 jam untuk mengantisipasi kejadian serupa,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Menurut Usman, peningkatan aktivitas pada malam hingga dini hari selama Ramadan perlu kewaspadaan ekstra. Api kecil dari kompor, kabel longgar, atau kelalaian sederhana bisa memicu insiden serius.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat memasak untuk sahur. Kondisi lelah atau mengantuk bisa meningkatkan risiko kelalaian yang memicu kebakaran,” katanya.
BPBD tidak menambah jam operasional karena kesiapsiagaan memang berlangsung sepanjang waktu. Hanya memperkuat intensitas pemantauan, terutama pada jam-jam rawan.
Menjelang Idulfitri, kewaspadaan kembali meningkat. Aktivitas rumah tangga, penggunaan listrik, serta mobilitas warga cenderung naik. Semua itu berpotensi menambah risiko jika minim kehati-hatian.
Pada akhirnya, Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Ia juga menguji kedisiplinan dan kepedulian. BPBD mengingatkan, menjaga keselamatan rumah dan keluarga menjadi bagian dari ikhtiar agar bulan suci berjalan tenang hingga hari kemenangan tiba.
“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, baik selama Ramadan maupun saat Idulfitri,” pungkas Usman. (bro2)



