BERANDAPOST.COM, TENGGARONG – Jajaran manajemen PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bergerak cepat memastikan keamanan energi nasional. Salah satunya dengan menggelar Safari Ramadan dan Management Walkthrough (MWT) wilayah Kalimantan pada akhir Februari 2026 lalu.
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, memimpin langsung rombongan mengunjungi titik-titik krusial operasi mulai dari Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga Kalimantan Timur (Kaltim).
Tim manajemen memulai perjalanan wilayah PT Pertamina EP (PEP) Tanjung, lalu bergeser ke Lapangan Lawe-Lawe milik PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT). Rangkaian kunjungan berakhir dalam area Handil Central Processing Area (CPA), pengelolanya PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM).
Dalam setiap kunjungan lapangan, manajemen memprioritaskan dialog dua arah dengan para pekerja. Sunaryanto memberikan apresiasi kepada para personel yang menjaga produksi migas tanpa henti demi ketahanan energi Indonesia. Ia menekankan bahwa aspek keselamatan bukan sekadar prosedur, melainkan fondasi utama perusahaan.
“Kami meyakini kinerja keselamatan yang unggul sangat penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas bagi ketersediaan dan ketahanan energi nasional,” jelas Sunaryanto, Senin (9/3/2026).
Saat meninjau fasilitas produksi Handil CPA, ia juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh pekerja agar tidak mengabaikan risiko sekecil apa pun.
“Segera follow up dan mitigasi risiko setiap pekerjaan. Kita harus berangkat kerja selamat dan pulang kembali ke rumah dengan selamat,” tegas Anto.
Kepedulian Sosial dan Swasembada Energi
Selain memastikan keandalan teknis, PHI menyalurkan bantuan nyata kepada masyarakat sekitar wilayah operasi. Yakni dengan mendistribusikan santunan, perlengkapan ibadah, dan alat sekolah kepada LKSA Amal Shaleh di Tanjung, lembaga sosial Penajam Paser Utara (PPU), serta masyarakat wilayah Handil.
Sunaryanto menyebutkan bahwa kedekatan dengan warga sekitar merupakan kunci kelancaran operasional perusahaan dalam jangka panjang.
“Kami percaya bahwa hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasi akan mendukung keberlanjutan produksi migas,” tuturnya.
Ia juga menyebut, melalui aksi turun lapangan ini, PHI memperkuat komitmennya mendukung agenda Asta Cita Pemerintah Indonesia.
“Kami optimistis dapat menjaga kinerja operasi yang unggul melalui budaya keselamatan yang konsisten dan kolaborasi solid antara manajemen, pekerja, serta masyarakat,” imbuhnya.



