BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Ramadan membawa suasana spiritual sekaligus perubahan pola hidup masyarakat. Perubahan jam makan dan aktivitas sering memengaruhi kondisi tubuh. Situasi ini juga tercermin pada catatan layanan kesehatan Kota Balikpapan.
Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat hipertensi sebagai keluhan paling sering muncul selama Ramadan tahun ini. Setelah itu menyusul infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta gangguan lambung seperti maag.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, menjelaskan laporan sementara dari fasilitas kesehatan menunjukkan pola penyakit tersebut cukup dominan selama bulan puasa.
“Penyakit yang paling tinggi selama Ramadan adalah hipertensi, kemudian ISPA. Kami juga mencatat keluhan penyakit lambung dan mag selama menjalani ibadah puasa,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Meski begitu, kondisi kesehatan masyarakat masih tergolong stabil. Hingga pertengahan Ramadan, tidak muncul lonjakan kasus penyakit serius.
“Alhamdulillah tidak ada penyakit yang terlalu mendasar atau lonjakan kasus yang signifikan selama Ramadan,” katanya.
Perubahan pola makan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan selama puasa. Konsumsi makanan tinggi garam, lemak, atau gula saat berbuka sering memicu tekanan darah meningkat.
Karena itu, DKK Balikpapan mengingatkan masyarakat menjaga pola makan seimbang saat sahur maupun berbuka. Asupan gizi yang tepat membantu tubuh tetap bugar sepanjang hari.
Alwiati juga mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan saat menikmati hidangan Lebaran. Kebiasaan makan berlebihan setelah puasa sebulan penuh berpotensi memicu masalah kesehatan.
“Kami mengimbau masyarakat menjaga pola makan dengan gizi seimbang. Jangan sampai setelah puasa justru balas dendam makan berlebihan saat Lebaran, karena bisa memicu hipertensi jika pola makan tidak dijaga,” pungkasnya. (bro2)



