PASER
Beranda / DAERAH / PASER / Serangan Buaya Marak, Pemkab Paser Perintahkan Pemasangan Rambu

Serangan Buaya Marak, Pemkab Paser Perintahkan Pemasangan Rambu

Pelabuhan Jangkar, Kecamatan Kuaro. Pemkab Paser meningkatkan kewaspadaan setelah beberapa serangan buaya. Bupati Fahmi memerintahkan pemasangan tanda peringatan pada kawasan rawan. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, TANA PASER – Ancaman buaya kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Paser. Sejumlah insiden serangan pada beberapa kecamatan mendorong pemerintah daerah mengambil langkah cepat demi keselamatan warga.

Bupati Paser, Fahmi Fadli, langsung mengeluarkan instruksi darurat kepada perangkat daerah.

“Langkah antisipatif segera berjalan pada wilayah rawan,” kata Fahmi, Kamis (12/3/2026).

Salah satu langkah awal yakni pemasangan tanda peringatan atau rambu pada seluruh titik yang pernah menjadi lokasi serangan buaya.

“Kita tidak boleh kalah oleh predator. Saya minta pasang tanda peringatan dan edukasi warga agar tidak ada lagi korban jiwa,” ujarnya.

Paser Tajamkan Program Kendali Inflasi dan Ketahanan Pangan

Selain pemasangan rambu peringatan, pemerintah juga meminta perangkat daerah melakukan penyisiran pada kawasan perairan yang dianggap berisiko.

Langkah ini bertujuan memetakan wilayah yang berpotensi menjadi habitat buaya sekaligus menentukan area yang berbahaya bagi aktivitas masyarakat.

Sejumlah kawasan menjadi perhatian utama, antara lain perairan Kecamatan Batu Engau, Kecamatan Long Kali, serta aliran Sungai Kandilo. Pemetaan tersebut agar mampu membantu pemerintah menentukan langkah pengamanan yang lebih efektif bagi masyarakat.

Fahmi juga menyampaikan keprihatinan atas beberapa kejadian serangan buaya yang terjadi dalam waktu terakhir.

“Upaya pencegahan harus berjalan cepat agar insiden serupa tidak kembali memakan korban,” tegasnya.

Ekonomi Paser Mulai Lepas dari Ketergantungan Tambang

Pemerintah Kabupaten Paser juga berencana meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai aktivitas yang berisiko pada kawasan sungai atau perairan yang menjadi habitat satwa liar tersebut. (bro2)