BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Demam Berdarah di Balikpapan 326 Kasus, Vaksinasi Terkendala Anggaran

Demam Berdarah di Balikpapan 326 Kasus, Vaksinasi Terkendala Anggaran

Nyamuk aedes aegypti yang menjadi penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinas Kesehatan mencatat 326 kasus DBD dengan Balikpapan Utara dan Balikpapan Selatan paling tinggi. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Ancaman penyakit demam berdarah masih menjadi perhatian serius sektor kesehatan. Sejak awal tahun, kasus terus muncul pada berbagai wilayah kota, terutama kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi.

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mencatat ratusan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang awal 2026. Meski jumlahnya cukup tinggi, hingga kini tidak ada laporan kematian akibat penyakit tersebut.

Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, menyebut hingga pekan ke-9 tahun 2026 terdapat 326 kasus DBD.

“Tidak ada kasus kematian,” kata Alwiati, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan penyebaran kasus terjadi pada seluruh kelurahan. Berdasarkan perhitungan jumlah penduduk, angka kejadian atau incident rate tercatat sebesar 47,19 persen.

Ritel Modern Menjamur di Balikpapan, Aturan Jarak Dikaji Ulang

Menurut Alwiati, jumlah kasus paling banyak muncul pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi. Dua kecamatan dengan angka tertinggi berada pada kawasan Balikpapan Selatan dan Balikpapan Utara.

Untuk menekan penyebaran penyakit tersebut, DKK menjalankan program vaksinasi DBD yang menyasar anak-anak usia sekolah. Program vaksinasi sementara fokus pada dua kecamatan tersebut karena tingkat kasusnya paling tinggi.

“Vaksinasi untuk anak sekolah pada dua kecamatan tersebut telah mencapai cakupan 100 persen,” jelasnya.

Pelaksanaan vaksinasi berlangsung sejak Januari 2026 ketika kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal. Program tersebut menggunakan anggaran tahun 2025. Saat ini stok vaksin telah habis setelah seluruhnya digunakan pada program vaksinasi anak sekolah.

Alwiati menambahkan program vaksinasi DBD turut terdampak pemangkasan anggaran pemerintah daerah. “Anggaran kami terpangkas lebih dari 50 persen,” ungkapnya.

Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Operasikan Posko Lebaran 18 Hari

Selama ini program vaksinasi DBD sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan tanpa dukungan dana dari Pemprov Kaltim.

DKK Balikpapan berencana mengusulkan kembali vaksinasi tahap kedua melalui anggaran perubahan tahun 2026. Langkah tersebut penting karena anak-anak harus mendapatkan dua dosis vaksin DBD agar perlindungan terhadap penyakit dapat optimal.

“Nanti kami ajukan lagi melalui anggaran perubahan karena anak-anak harus mendapatkan dua kali vaksin DBD,” pungkas Alwiati. (bro2)