KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / Dinkes Kaltim Waspadai Penyebaran Campak Usai Idulfitri

Dinkes Kaltim Waspadai Penyebaran Campak Usai Idulfitri

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kaltim, Fit Nawat. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Suasana Lebaran selalu membawa kehangatan. Keluarga saling berkunjung, tangan berjabat, tawa terdengar tanpa jeda. Namun, dari balik kebersamaan itu, ada ancaman yang sering luput dari perhatian, yakni penyebaran Campak.

Momentum Idulfitri mendorong mobilitas meningkat. Pertemuan antar keluarga terjadi hampir sepanjang hari. Kondisi ini membuka peluang penularan penyakit, terutama pada anak-anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fit Nawat, mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama.

“Masalah kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis. Perlu peran semua pihak, termasuk masyarakat,” ujarnya.

Anak Kecil Paling Rentan

Di tengah ramainya kunjungan, bayi dan balita menjadi kelompok paling rentan. Sistem imun mereka belum sempurna. Risiko bertambah besar bagi bayi usia kurang dari 9 bulan karena belum menerima imunisasi campak.

Polda Kaltim Jaga Arus Balik di Balikpapan dan Liburan IKN

Sering kali, penularan terjadi tanpa disadari. Seseorang tampak sehat, namun membawa virus. Kontak singkat pun cukup untuk menularkan penyakit.

Karena itu, orang tua perlu lebih selektif. Batasi interaksi anak dengan banyak orang, terutama saat kondisi tubuh kurang fit.

Kebiasaan Sederhana, Dampak Besar

Pencegahan tidak selalu rumit. Langkah sederhana justru memberi perlindungan besar.

Masyarakat dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Mulai dari mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, hingga menjaga waktu istirahat.

Tubuh yang bugar mampu melawan infeksi lebih baik. Sebaliknya, kondisi lelah dan kurang nutrisi membuat virus lebih mudah berkembang.

PLN Kaltimra Jaga Pasokan Listrik, Idulfitri Tanpa Byarpet

“Daya tahan tubuh yang baik bisa menekan risiko infeksi,” jelas Fit.

Kenali Tanda Campak Sejak Awal

Gejala ringan sering menjadi awal penyakit Campak. Demam, batuk, pilek, mata merah, lalu muncul ruam pada kulit.

Banyak orang menganggapnya penyakit biasa. Padahal, jika terlambat tertangani, campak dapat memicu komplikasi serius seperti gangguan pernapasan hingga diare berat.

Kesadaran mengenali gejala menjadi kunci. Segera konsultasi ke tenaga kesehatan saat tanda awal muncul.

Imunisasi Tetap Jadi Benteng Utama

Upaya pencegahan paling efektif tetap imunisasi. Pemerintah terus mendorong cakupan vaksin bagi bayi dan balita.

PLN Siagakan 77 SPKLU di Kaltim-Kaltara Jelang Lebaran

Orang tua perlu memastikan anak mendapat imunisasi sesuai jadwal. Langkah ini bukan hanya melindungi individu, tetapi juga mencegah penyebaran lebih luas.

Lebaran memang tentang kebersamaan. Namun, menjaga kesehatan menjadi bagian penting dari merawat kebahagiaan itu sendiri.

Dengan kewaspadaan dan langkah sederhana, momen silaturahmi tetap hangat tanpa risiko yang mengintai. (bro2)