BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Ancaman musim kemarau 2026 mulai menjadi perhatian serius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang, dengan kondisi yang lebih kering dari biasanya.
Perubahan ini terjadi seiring berakhirnya fenomena La Nina lemah pada Februari 2026 yang kini beralih ke fase netral. BMKG juga memantau potensi kemunculan El Nino pada pertengahan hingga akhir tahun, yang dapat memperparah kekeringan terhadap sejumlah wilayah.
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menekankan pentingnya langkah pencegahan untuk menekan potensi kebakaran.
“Jika memang terjadi kemarau, kami mengimbau agar masyarakat menghindari aktivitas pembakaran, baik sampah maupun lahan, karena kondisi kering membuat api sangat mudah merambat,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
BPBD juga terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, serta masyarakat dalam memantau titik rawan kebakaran. Warga yang memiliki lahan atau tinggal dekat area kosong agar segera melapor jika melihat tanda kebakaran.
Selain itu, BPBD juga terus meningkatkan koordinasi wilayah dengan melibatkan camat, lurah, serta organisasi perangkat daerah. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan, baik terhadap kebakaran lahan maupun permukiman.
Bahkan pemerintah mengingatkan larangan membakar sampah sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas udara dan mencegah kebakaran. (bro2)



