BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) menghadapi tekanan fiskal sepanjang 2025. Hal ini terungkap dalam rapat paripurna DPRD terkait laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj).
Bupati PPU, Mudyat Noor, menyampaikan pemerintah daerah tetap mencatat capaian kinerja meski menghadapi keterbatasan anggaran.
“Memang ada beberapa catatan penting. Tahun 2025 kita mengalami dua kali tekanan, pertama karena efisiensi anggaran, dan kedua karena belum tersalurkannya sebagian dana bagi hasil yang menjadi hak daerah,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berdampak pada munculnya kewajiban kepada pihak ketiga yang belum terselesaikan. Nilainya ia perkirakan mencapai lebih dari Rp200 miliar.
“Utang kita sekitar Rp200 miliar lebih, sejalan dengan DBH yang belum disalurkan. Saat ini kita masih menunggu realisasi dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Mudyat menegaskan, struktur pendapatan daerah masih sangat bergantung pada transfer dari pusat, seperti dana bagi hasil dan Dana Alokasi Umum.
“Sekitar 90 persen pendapatan kita masih mendapat sokongan pusat. Pendapatan asli daerah kita belum maksimal,” katanya.
Ia pun menekankan pentingnya memperkuat ekonomi lokal agar kemandirian fiskal daerah dapat meningkat ke depan.
Dari sisi anggaran, APBD PPU 2025 mengalami penurunan akibat efisiensi. Nilai awal sekitar Rp2,6 triliun terpangkas menjadi Rp2,4 triliun, dengan realisasi belanja sekitar Rp2,09 triliun.
“Kalau hitungnya dengan kewajiban utang, totalnya sekitar Rp2,2 triliun. Artinya, kita sudah melakukan efisiensi hingga dua kali,” ungkapnya.
Langkah penghematan pun berjalan secara bertahap, termasuk pemangkasan kegiatan pada akhir tahun saat kemampuan pencairan anggaran terbatas.
“Hasilnya terlihat, dari Rp2,4 triliun setelah efisiensi, realisasi belanja hanya Rp2,09 triliun. Ini menunjukkan ada penghematan yang cukup signifikan,” jelasnya.
Ia menilai efisiensi anggaran yang Pemkab PPU lakukan sangat tergolong besar ketimbang daerah lain, sehingga masih dapat mengendalikan kondisi keuangan.
“Kita sudah sangat berhemat, bahkan bisa dibilang luar biasa dalam melakukan efisiensi,” pungkasnya. (bro3)



