BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mencatat tren berbeda pada arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman menyebut jumlah pemudik mengalami penurunan, namun kasus kecelakaan lalu lintas justru meningkat.
“Arus mudik tahun ini sedikit berbeda. Jumlah pemudik menurun, tetapi kasus kecelakaan lalu lintas mengalami peningkatan,” ujarnya, Senin (30/3/2206).
Hanya saja ia belum mengetahui data pasti lakalantas. Sedangkan berdasarkan data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltim, lakalantas selama Operasi Ketupat Mahakam 2026 untuk Kota Balikpapan sebanyak tiga kasus.
Dari kejadian itu, tiga korban meninggal dunia, dan tiga korban lainnya luka ringan. Namun angka tersebut menurun 40 persen dari Operasi Ketupat Mahakam 2025 yang mencatatkan lima kasus lakalantas.
“Tentunya tetap menjadi catatan penting pada musim mudik tahun ini,” ucapnya.
Meski jumlah pemudik menurun dan arus lalu lintas relatif terkendali, peningkatan kecelakaan menjadi perhatian serius. Fadli menambahkan khusus wilayah Balikpapan, pihaknya masih menunggu data resmi dari Satlantas Polresta Balikpapan.
“Untuk Balikpapan, kami masih menunggu data dari Satlantas,” katanya.
Selain itu, jumlah posko pengamanan selama mudik juga mengalami peningkatan. Tidak hanya instansi utama, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) serta elemen masyarakat turut mendirikan posko secara mandiri.
“Sebelumnya, posko lebih terpusat bersama Polresta Balikpapan,” sebutnya.
Dengan bertambahnya posko, Fadli menilai kehadiran titik pengamanan tersebut dapat menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati selama perjalanan.
“Dengan banyaknya posko, kami harap bisa menjadi peringatan bagi masyarakat saat mudik,” ujarnya.
Meski jumlah posko bertambah, pelaksanaan tetap menyesuaikan dengan keterbatasan personel yang ada. Fadli menegaskan evaluasi akan dilakukan bersama tim teknis untuk meningkatkan efektivitas pengamanan ke depan.
“Sementara Posko Wahana telah kami tutup setelah masa operasional berakhir,” pungkasnya. (bro2)



