EKONOMI
Beranda / EKONOMI / Harga PS5 Naik Lagi, Dampak Tekanan Global Industri Game

Harga PS5 Naik Lagi, Dampak Tekanan Global Industri Game

Sony kembali menaikkan harga PlayStation 5 atau PS5 global mulai April 2026 akibat lonjakan harga komponen dan tekanan industri teknologi. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, JAKARTA – Kabar kurang menyenangkan datang bagi para gamer. Sony kembali menaikkan harga konsol PlayStation 5 (PS5) untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari setahun.

Kenaikan harga mulai berlaku 2 April 2026 dan terjadi pada berbagai pasar global, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Jepang, hingga Tiongkok.

Untuk Amerika Serikat, harga PS5 edisi disk kini mencapai US$ 649,99. Sementara edisi digital naik menjadi US$ 599,99. Varian tertinggi, PlayStation 5 Pro, bahkan melonjak hingga US$ 899,99.

Kenaikan serupa terjadi terhadap Inggris dan Eropa. Untuk Inggris, PS5 Digital Edition kini sebesar £519,99, sedangkan PS5 Pro mencapai £789,99.

Pasar Asia pun tidak luput. Tiongkok, harga PS5 Slim dan PS5 Pro ikut terkerek, menandai penyesuaian harga kedua sejak 2022.

BRImo Gangguan, Nasabah Panik Saldo 0 Rupiah

Sony mengakui bahwa keputusan ini tidak mudah. “Kami tahu perubahan harga berdampak pada komunitas,” tulis perusahaan, Senin (1/4/2026).

Namun, perusahaan menilai langkah ini perlu untuk menjaga kualitas inovasi dan pengalaman bermain.

Dari balik itu, tekanan industri menjadi faktor utama. Harga komponen, terutama memori, melonjak tajam akibat tingginya permintaan dari pusat data kecerdasan buatan (AI).

Efek Domino Industri Game

Analis dari Ampere Analysis, Piers Harding-Rolls, menyebut sulit untuk menghindari kenaikan harga ini. Menurutnya, perlindungan harga komponen milik Sony kemungkinan telah berakhir.

Tanpa penurunan harga memori, margin keuntungan perangkat keras menjadi semakin tipis.

Lonjakan Data Lebaran XLSMART, Jejak Digital Pemudik Makin Padat

Kondisi ini berpotensi memicu efek domino. Kompetitor seperti Microsoft dan Nintendo bisa saja mengikuti langkah serupa.

Namun, Nintendo masih bertahan dengan harga stabil untuk konsol barunya, Nintendo Switch 2, demi menjaga momentum pasar.

Selain faktor teknologi, situasi global ikut memberi tekanan. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik Timur Tengah, berpotensi memicu gelombang inflasi baru yang berdampak pada harga komponen elektronik.

Hal ini memperumit situasi bagi industri game yang sangat bergantung pada rantai pasok global. (bro2)

Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Petani Mulai Diuntungkan