PPU
Beranda / DAERAH / PPU / Jembatan Sungai Riko, Harapan Baru Penghubung PPU-Balikpapan

Jembatan Sungai Riko, Harapan Baru Penghubung PPU-Balikpapan

Sekretaris Bapelitbang PPU, Arif Afandi. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Selama ini, perjalanan dari Penajam menuju Balikpapan sering terasa panjang. Jalan berliku dan waktu tempuh yang cukup lama menjadi cerita sehari-hari warga. Namun kini, harapan baru mulai terbangun lewat rencana Jembatan Sungai Riko.

Proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Melainkan membawa mimpi besar: membuka keterisolasian wilayah dan mempercepat konektivitas menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sekretaris Bapelitbang PPU, Arif Afandi, menyebut rencana tersebut tengah memasuki tahap penyesuaian desain.

“Tetapi kajian lama perlu mendapat pembaruan agar sesuai dengan kondisi terkini,” kata Arif, Rabu (1/4/2026).

Ia juga menyebut review desain telah mendapat anggaran dari Pemprov Kaltim tahun 2026. Estimasi biaya konstruksi sekitar Rp1,2 triliun.

Bupati PPU Ungkap Efisiensi APBD 2025, Utang Tembus Rp200 Miliar

“Naik dari perhitungan sebelumnya,” ucapnya.

Rencana ini bukan muncul tiba-tiba. Usulan Jembatan Sungai Riko telah masuk pembahasan bersama pemerintah pusat, termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Selain jembatan, pemerintah daerah juga mengusulkan sejumlah proyek lain seperti Bendung Gerak Telake dan Bendungan Lawe-Lawe. “Arahnya untuk memperkuat pembangunan wilayah penyangga IKN,” ujarnya.

Bentang Jembatan Sungai Riko

Jembatan Sungai Riko memiliki bentang panjang dan pendek sekitar 1-1,5 kilometer, serta jalan dari arah Nenang ke Kawasan Industri Buluminung sekitar 7-8 kilometer.

“Akses utama adalah kawasan Buluminung, yang menjadi titik penting pengembangan kawasan industri,” imbuhnya.

Bupati PPU Janji Rutin Kunjungi Desa, Dongkrak Produksi Pertanian

Jika terwujud, perubahan akan terasa nyata. Waktu tempuh Penajam-Balikpapan hanya berkisar 30 hingga 40 menit. Saat ini, perjalanan bisa mencapai 1,5 jam melalui jalur darat yang memutar.

Lebih dari itu, jembatan ini membuka peluang ekonomi baru. Konektivitas akan menghubungkan kawasan industri Kariangau Balikpapan dengan Buluminung PPU yang memiliki luas sekitar 9.000 hektare.

“Jembatan ini menjadi kunci agar Penajam tidak lagi menjadi daerah kantong,” jelas Arif.

Dari sisi tata ruang, rencana tersebut juga telah masuk dalam revisi RTRW Kabupaten PPU. Nantinya jembatan akan memperkuat sistem jaringan jalan sekaligus mendukung pengembangan kawasan industri.

Dari balik angka triliunan rupiah dan dokumen perencanaan, tersimpan harapan sederhana masyarakat: perjalanan lebih cepat, akses lebih mudah, dan peluang hidup yang semakin luas. (bro1)

Puncak Arus Balik, Polres PPU Perketat Pengamanan Kawasan IKN