BERANDAPOST.COM, NUSANTARA – Pasar Segar Sepaku, para pedagang menata dagangan dengan harapan yang ikut tersusun rapi pada setiap lapak. Denyut ekonomi Sepaku pun perlahan hidup.
Bangunan pasar tampak bersih, tertata, dan berbeda dari kesan pasar tradisional selama ini. Suasana ini memberi energi baru, bukan hanya bagi pedagang, tetapi juga bagi wajah ekonomi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyebut pasar ini berdiri di atas lahan 5.880 meter persegi dengan dua bangunan utama bertingkat. Menurutnya, kehadiran pasar bukan sekadar fasilitas jual beli, tetapi bagian dari penataan kawasan yang lebih sehat dan tertib.
“Pasar ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan yang layak, modern, dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Operasional pasar mulai berjalan sejak akhir Maret 2026. Hingga kini, 135 pedagang telah mengisi kios dan los, dengan proses pengisian yang masih berlangsung.
Pasar Segar Sepaku ini menyediakan berbagai jenis lapak, mulai dari kios kering, kios basah, hingga los dan area foodcourt.
Plt Direktur Pengelolaan Kawasan Otorita IKN, Cakra Nagara, menegaskan penataan lapak dalam Pasar Segar Sepaku berlangsung secara adil melalui undian terbuka.
“Kami ingin semua pedagang mendapat kesempatan yang sama,” katanya.
Beragam kebutuhan tersedia dalam satu kawasan. Mulai dari bahan pangan segar hingga kebutuhan harian, bahkan jasa dan produk kreatif ikut mengisi ruang-ruang pasar.
Harapan dari Para Pedagang
Bagi pedagang, Pasar Segar Sepaku ini bukan sekadar tempat usaha. Ia menjadi awal baru.
Ilmi Nafia, penjual oleh-oleh khas IKN, mengaku terkesan dengan kondisi pasar yang bersih dan modern. “Lebih rapi dan nyaman. Ini jadi peluang baru,” ujarnya.
Burhan, pedagang konter ponsel, juga merasakan hal serupa. Ia bahkan melihat pasar ini memiliki potensi besar. Namun, ada harapan yang masih sama, yakni lebih banyak pengunjung.
Arif, pelaku jasa servis ponsel, juga menilai fasilitas sudah memadai. Ia hanya berharap masyarakat luas semakin mengenal Pasar Segar Sepaku.
“Semoga makin ramai,” katanya singkat.
Pasar Segar Sepaku perlahan menjelma menjadi ruang sosial baru. Dari deretan kios dan langkah pengunjung, ada interaksi yang tumbuh—antara pedagang, pembeli, dan wisatawan yang datang melihat wajah baru IKN. (bro2)


