PASER
Beranda / DAERAH / PASER / PHK Tambang dan Perkebunan Bikin Pengangguran di Paser Bertambah

PHK Tambang dan Perkebunan Bikin Pengangguran di Paser Bertambah

Pemkab Paser dorong program vokasi untuk tekan pengangguran. TPT 4,62 persen, pelatihan dan kemitraan kerja jadi strategi utama. (Prokopim)

BERANDAPOST.COM, TANA PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menyampaikan capaian sekaligus tantangan ketenagakerjaan dalam menekan angka pengangguran. Pemkab Paser memaparkan hal tersebut secara daring melalui agenda Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri, Rabu (1/4/2026).

Sekretaris Daerah Paser, Katsul Wijaya, yang mewakili bupati, mengungkapkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) saat ini berada pada angka 4,62 persen.

“Angka ini naik tipis 0,09 persen dari tahun sebelumnya,” kata Katsul Wijaya.

Namun posisi itu masih lebih rendah ketimbang periode 2021 hingga 2023. Adapun pemicu meningkatnya jumlah pengangguran adalah karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada sektor pertambangan dan perkebunan.

“Akibat efisiensi perusahaan,” ungkapnya.

DPRD Kaltim Soroti Lahan Sekolah, Paser Dorong Solusi Bersama

Vokasi Jadi Jalan Keluar

Dari balik angka itu, Pemkab Paser menyiapkan strategi. Bukan sekadar program, tetapi pendekatan yang menyentuh langsung kebutuhan tenaga kerja.

Melalui inovasi “PASTI VOKASI, TUNTASKAN!!”, pemerintah mendorong peningkatan keterampilan masyarakat agar siap masuk dunia kerja.

Pelatihan juga beragam. Mulai dari security garda pratama, mekanik alat berat, hingga pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas.

Tak berhenti pada pelatihan, pemerintah juga membuka akses perizinan usaha lebih mudah melalui NIB, menyalurkan bantuan modal Kredit Paser Tuntas tanpa bunga, serta hibah peralatan bagi pelaku usaha.

“Portal ketenagakerjaan Adhikara juga untuk memperluas akses informasi lowongan kerja,” imbuhnya.

Musrenbang RKPD Paser 2027 Fokus Pemerataan Infrastruktur

Komitmen itu terlihat dari dukungan anggaran. Pada 2025, Pemkab Paser mengalokasikan Rp48,9 miliar untuk 26 kegiatan lintas perangkat daerah.

“Realisasi mencapai Rp43,9 miliar atau 89,77 persen,” ujarnya.

Untuk 2026, Pemkab Paser kembali menyiapkan anggaran sebesar Rp33,4 miliar sebagai penguatan program.

Namun, yang menjadi pembeda adalah pengawalan program. Setiap pelatihan akan mendapat pemantauan secara ketat agar benar-benar menghasilkan tenaga kerja siap pakai.

“Seluruh program pelatihan kami monitor agar lulusannya terserap sektor produktif,” tegas Katsul.

Open House Idulfitri Bupati dan Wabup Paser Beda Lokasi

Dari Pelatihan ke Lapangan

Upaya itu bahkan mendapat penguatan bersama kemitraan dan dunia usaha. Peserta pelatihan juga mengikuti pemagangan hingga penempatan kerja.

“Sejumlah perusahaan seperti PT Petrosea Tbk dan Bank Kaltimtara ikut terlibat,” sebutnya.

Bahkan, peluang kerja ke luar negeri juga semakin terbuka melalui penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Langkah ini menegaskan bahwa pelatihan bukan sekadar kegiatan, melainkan jembatan menuju pekerjaan. (bro2)