BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Arus lalu lintas kawasan Jalan MT Haryono kini mulai berubah. Sejak Kamis (2/4/2026) malam, telah terpasang water barrier untuk menutup putaran balik (U-turn) seberang akses Jalan Agung Tunggal. Langkah tersebut menjadi bagian dari rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan pada simpang yang selama ini kerap macet.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, menegaskan kebijakan itu sudah melalui pembahasan lintas instansi sejak Februari 2026 dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Semua pihak sudah sepakat untuk penerapan rekayasa ini,” ujarnya, Jumat (3/4/2026)
Kawasan Simpang Agung Tunggal menjadi salah satu titik padat. Jalur ini berfungsi sebagai akses alternatif dari Perumahan Balikpapan Baru menuju Jalan MT Haryono.
“Sejak pembukaan portal Bundaran Monyet pada akhir 2023, volume kendaraan meningkat signifikan,” ungkapnya.
Alhasil, kondisi ini memicu antrean panjang, terutama pada jam sibuk pagi, siang, hingga sore. Pasalnya, lebar Jembatan Agung Tunggal yang hanya sekitar lima meter turut memperparah situasi.
“Arus kendaraan dari berbagai arah menimbulkan banyak titik konflik dan meningkatkan waktu tunggu,” terangnya.
Penataan Ulang Arus
Melalui rekayasa ini, Dishub menutup U-turn dan mengatur ulang sirkulasi kendaraan. Penutupan menggunakan beton blok dan water barrier sepanjang sekitar 195 meter, mulai dari depan Gramedia hingga Kedai Kopi Bubur Nikmat.
Dengan skema baru, Fadli mengharapkan potensi konflik kendaraan berkurang sehingga arus menjadi lebih lancar.
Untuk itu, pihaknya bersama Satlantas Polresta Balikpapan akan melakukan pengaturan sekaligus sosialisasi selama tujuh hari. Pada tahap awal, masyarakat akan masih menyesuaikan pola perjalanan.
Kemacetan pada titik lain mungkin muncul, namun menurutnya masih dalam batas wajar. “Lebih baik sedikit memutar tapi lancar, daripada dekat namun macet,” tegas Fadli.
Fleksibel untuk Kondisi Darurat
Sedangkan untuk penggunaan water barrier karena lebih fleksibel ketimbang beton permanen.
Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas, Djogeh Hermana, menyebut pembukaan pembatas bisa terjadi saat kondisi darurat.
“Akses kendaraan pemadam atau kebutuhan mendesak lainnya tetap dapat terlayani,” terangnya.
Penataan ini menjadi langkah awal menuju sistem lalu lintas yang lebih tertib. Harapannya, kawasan MT Haryono tidak lagi menjadi titik kemacetan, tetapi berubah menjadi jalur yang lebih aman dan lancar bagi pengguna jalan. (bro2)


