BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Penajam Paser Utara (PPU) memilih bersikap tegas terhadap ribuan pelanggan yang menunggak pembayaran rekening air. Langkah tegas itu berupa penyegelan meteran air.
Langkah ini bukan sekadar penertiban. Ada persoalan besar yang coba Perumda AMDT selesaikan, yakni tunggakan mencapai Rp1,8 miliar dari sekitar 1.200 pelanggan.
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, menyebut sebagian besar tunggakan berasal dari pelanggan yang menunda pembayaran lebih dari tiga bulan.
“Tapi banyak juga pelanggan yang bukan sengaja menunggak,” kata Abdul Rasyid, Jumat (3/4/2026).
Pelanggan, kata Abdul Rasyid, merasa biaya datang ke kantor lebih besar dari tagihan airnya. “Jadi mereka menunda pembayaran sampai menumpuk,” ungkapnya.
Program penyegelan mulai berjalan sejak 10 Maret 2026. Dalam dua pekan, hasilnya cukup terasa. Perumda AMDT berhasil menarik pembayaran sekitar Rp400 hingga Rp600 juta.
“Kebijakan ini tidak sepenuhnya bersifat represif. Kami justru membuka ruang solusi bagi pelanggan,” ujarnya.
Pelanggan dengan tunggakan lebih dari tiga bulan tetap bisa mencicil. Tidak ada batasan nominal, selama ada iktikad membayar. Perumda Air Minum Danum Taka merencakanan program tersebut berlangsung hingga 30 Juni 2026.
“Silakan mencicil. Yang penting ada pemasukan,” imbuh Rasyid.
Rumah Kosong, Tagihan Tetap Jalan
Fakta menarik muncul dari lapangan. Dari sekitar 60 meteran yang telah tersegel, sebagian besar justru berada pada rumah kosong atau perumahan belum berpenghuni.
“Meski tidak ada pemakaian air, biaya abonemen tetap berjalan setiap bulan. Akibatnya, tagihan terus menumpuk dan menjadi beban piutang perusahaan,” jelasnya.
Kondisi ini menjadi semakin krusial karena Perumda AMDT kini tidak lagi menerima subsidi dari Pemkab PPU. Artinya, operasional perusahaan sepenuhnya bergantung pada pemasukan dari pelanggan.
Namun pada sisi lain, kinerja perusahaan justru menunjukkan tren positif.
Selama tiga tahun terakhir, Perumda AMDT mencatatkan laba. Laporan keuangan 2025 masih dalam tahap evaluasi, namun perusahaan optimistis hasilnya meningkat. (bro2)


