BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Disdikbud Balikpapan Tegaskan TKA Bukan Penentu Kelulusan Siswa

Disdikbud Balikpapan Tegaskan TKA Bukan Penentu Kelulusan Siswa

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik memastikan menilai Tes Kemampuan Akademik bukan hal baru karena sekolah telah berpengalaman dengan sistem evaluasi serupa. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Kebijakan terkait Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam dunia pendidikan sejatinya bukan hal yang baru. Sehingga kebijakan tersebut seharusnya tidak menimbulkan persoalan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik menegaskan hal itu. Ia juga menyampaikan bahwa sudah ada pengalaman sekolah seperti menerapkan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK).

“Secara konsep, TKA itu sudah lama kami jalankan. Hanya istilah dan teknisnya saja yang berbeda,” ujar Irfan, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan perbedaan utama terletak pada jumlah mata pelajaran. USBK sebelumnya mencakup delapan mata pelajaran.

Sementara itu, TKA hanya berfokus pada dua mata pelajaran utama. Kedua mata pelajaran tersebut menilai kemampuan dasar siswa.

Panduan Lengkap Pendaftaran TKA SMP 2026 dan Jadwalnya

Menurut Irfan, TKA merupakan instrumen nasional. Pemerintah pusat menggunakannya untuk memotret capaian akademik peserta didik.

TKA bertujuan mengukur kemampuan literasi dan numerasi. Hasilnya menjadi dasar evaluasi mutu pembelajaran dalam satuan pendidikan.

“TKA tidak menentukan kelulusan siswa. Tes ini hanya mengukur capaian akademik secara objektif,” jelas Irfan.

Ia juga menambahkan hasil TKA membantu sekolah melakukan perbaikan pembelajaran. Guru dapat menyusun strategi peningkatan kualitas pendidikan.

Selain itu, pengalaman menjalankan USBK membuat sekolah siap beradaptasi. Kesiapan meliputi sistem pelaksanaan hingga sumber daya pendidik.

DPRD Balikpapan Soroti Lemahnya Sistem Bank Sampah RT

Irfan juga menilai guru dan satuan pendidikan telah memahami pola evaluasi. Penyesuaian TKA tidak membutuhkan perubahan mendasar.

“Secara kesiapan, guru dan sekolah sudah terbiasa dengan pola evaluasi seperti ini,” pungkasnya. (bro2)