BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Suara besi terpotong dan langkah cepat tim penyelamat menandai akhir proses evakuasi insiden kemiringan KM Dharma Kartika IX milik PT Dharma Lautan Utama (DLU). Tim SAR gabungan memastikan seluruh korban berhasil terangkat dari area geladak Pelabuhan Semayang, Selasa (27/1/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan Suwondo, menyebut evakuasi korban terakhir rampung pada pukul 12.20 Wita. Korban berada dalam kondisi terjepit kendaraan pribadi.
“Alhamdulillah, korban terakhir berhasil kami evakuasi pada pukul 12.20 Wita,” ujar Dody.
Korban terjepit saat mobil pribadi tertimpa truk bermuatan pasir dan sembako. Insiden terjadi ketika kapal mengalami kemiringan mendadak.
“Korban berada dalam kendaraan kecil. Truk bermuatan berat bergeser dan menimpa mobil saat kapal miring,” katanya.
Total terdapat lima korban dalam peristiwa tersebut. Empat orang mengalami luka-luka, sementara satu korban meninggal dunia.
“Empat korban selamat dengan luka-luka. Satu korban meninggal dunia. Seluruhnya sudah terevakuasi,” jelasnya.
BASARNAS GUNAKAN TEKNIK EKSTRIKASI
Proses evakuasi berlangsung bertahap dengan teknik ekstrikasi. Petugas lebih dulu memindahkan muatan truk yang menekan kendaraan korban. Muatan pasir dan sembako harus dikeluarkan satu per satu karena posisi kendaraan saling berhimpitan.
“Beban truk harus kami kurangi terlebih dahulu. Posisi kendaraan sangat rapat dan kapal masih dalam kondisi miring,” ujar Dody.
Setelah tekanan berkurang, tim SAR selanjutnya memotong beberapa bagian mobil untuk membuka akses menuju korban yang terjepit bagian kemudi.
“Kendala utama berasal dari truk yang menimpa mobil. Evakuasi baru bisa berjalan setelah beban berkurang,” katanya.
Korban meninggal dunia merupakan pengemudi mobil. Kendaraan tersebut membawa satu keluarga.
“Ibu dan anak berhasil keluar lebih dulu dalam kondisi selamat. Ayahnya kami evakuasi sudah meninggal dunia,” ungkap Dody.
Ia menjelaskan, korban diduga turun menuju geladak kendaraan karena mengira kapal telah sandar sempurna. Namun, saat ramp door terbuka, kapal justru mengalami kemiringan.
“Truk samping kendaraan membawa muatan berat. Saat kapal miring, truk juga ikut bergeser dan menimpa mobil korban,” jelasnya.
Hingga kini, tim SAR masih menunggu data manifes penumpang dan kendaraan dari pihak operator kapal. Basarnas akan melakukan asesmen lanjutan apabila muncul laporan penumpang yang belum terdata. (bro2)


