BERANDAPOST.COM, JAKARTA – Gejolak pasar modal dua hari terakhir berujung pada keputusan besar. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyatakan mundur dari jabatannya sebagai pimpinan bursa.
Iman menegaskan, mundurnya ia dari jabatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pribadi atas kondisi industri pasar modal nasional.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Langkah ini muncul setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat. Penurunan tajam memaksa BEI melakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt sebanyak dua kali dalam dua hari berturut-turut.
Meski demikian, Iman menilai kondisi pasar mulai menunjukkan perbaikan. Ia menyinggung pergerakan IHSG yang kembali menguat menjelang akhir pekan.
“Teman-teman sudah mengikuti kondisi pasar dua hari terakhir. Walaupun sempat tertekan, pagi ini pasar mulai membaik,” katanya.
Pada pembukaan perdagangan Jumat (30/1/2026), IHSG tercatat naik 1,06 persen ke level 8.319,15. Dalam 15 menit pertama, penguatan berlanjut hingga naik 170,57 poin atau 2,07 persen ke level 8.402,77.
Menurut Iman, keputusan mundur tersebut ia ambil demi kepentingan jangka panjang pasar modal Indonesia. Ia berharap langkah ini mampu memulihkan kepercayaan dan menjaga stabilitas bursa.
“Saya juga berharap ini menjadi keputusan terbaik bagi pasar modal Indonesia,” ucapnya.
Sebagai tindak lanjut, BEI memastikan roda organisasi tetap berjalan. Iman menyebut mekanisme pergantian pimpinan akan mengikuti ketentuan anggaran dasar.
“Nantinya akan ada Plt Direktur Utama sampai direktur utama definitif terpilih,” pungkasnya.
Selain itu, mundurnya Iman Rachman sebagai direktur utama menandai babak baru bagi BEI, sekaligus menjadi sorotan besar di tengah upaya menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal nasional. (bro2)


