HUKRIM
Beranda / HUKRIM / Cekcok Harga Barang, Lansia Tikam Penjaga Toko di GSB

Cekcok Harga Barang, Lansia Tikam Penjaga Toko di GSB

Penyidik Satreskrim Polresta Balikpapan memperlihatkan barang bukti dari kasus penikaman remaja penjaga toko di Gunung Samarinda Baru. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN –  Seorang penjaga toko muda, Valentino Prawira Wardana (18), meregang nyawa usai menjadi korban penikaman dalam Warung Mba Leha, Kelurahan Gunung Samarinda Baru. Polisi kini menetapkan pria lansia berinisial M (61) sebagai tersangka pembunuhan yang mengguncang warga Balikpapan Utara itu.

Kasus berdarah yang terjadi pada Senin (26/1/2026), kini memasuki babak hukum. Tersangka M mendekam dalam sel tahanan Polresta Balikpapan setelah penyidik menilai adanya unsur perencanaan dalam aksi tersebut.

Kasatreskrim Polresta Balikpapan, AKP Zeska Julian menegaskan bahwa penyidik menerapkan pasal berat terhadap pelaku dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

“Tersangka kami sangkakan Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan,” ujar Zeska, Jumat (30/1/2026).

Selanjutnya, Zeska membeberkan alasan penerapan pasal pembunuhan berencana. Menurutnya, penyidik menemukan jeda waktu yang memberi kesempatan pelaku berpikir sebelum bertindak.

Asmara Remaja Balikpapan Berujung Tawuran, Damai Jadi Pilihan

“Tersangka sempat meninggalkan lokasi, mengambil senjata tajam, lalu kembali dan melakukan penikaman. Itu yang menjadi dasar kami menerapkan pasal pembunuhan berencana,” jelasnya.

KRONOLOGI KEJADIAN

Peristiwa ini sejatinya berawal dari persoalan sepele. Beberapa hari sebelum kejadian, tersangka sempat terlibat cekcok dengan korban terkait harga barang toko.

Saat membeli rokok, tersangka membatalkan transaksi karena merasa harga terlalu mahal. “Perkataan korban saat itu menurut tersangka menyinggung perasaannya,” ungkap Zeska.

Pada hari kejadian, tersangka kembali mendatangi toko dengan alasan membeli pewangi pakaian. Percakapan soal harga kembali terjadi. Setelah itu, tersangka berpamitan dengan dalih hendak mengambil uang. Namun, ia justru mengambil pisau dapur dari rumahnya yang berdampingan dengan toko korban.

Sesampainya kembali ke toko, tersangka berpura-pura membayar. Tanpa peringatan, ia menarik tangan korban dan menikam. Valentino sempat berlari ke bagian belakang toko, namun pelaku mengejar dan kembali menikam berkali-kali hingga korban terjatuh bersimbah darah.

Mantan Direktur BUMDes Bumi Harapan Ajukan Praperadilan

Luka paling parah berada di bagian perut dan dada. Tusukan tersebut menembus rongga tubuh dan mengenai pembuluh darah besar.

“Korban mengalami 13 luka, terdiri dari 7 luka tusuk, 3 luka iris, dan 3 luka lecet. Korban meninggal dunia akibat kehabisan darah,” jelas Zeska.

Usai kejadian, kakak korban melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi. Tim Satreskrim segera melakukan olah TKP dan menelusuri rekaman CCTV sekitar lokasi. Hasil analisis mengarah pada tersangka yang tinggal berdampingan dengan ruko tempat korban bekerja.

Dalam penggeledahan rumah tersangka, polisi menemukan kaos putih bercak darah, topi abu-abu bertuliskan “Rusty”, serta pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian yang disembunyikan dalam tong sampah. Petugas akhirnya juga menemukan pisau dapur sebagai senjata penikaman yang pelaku sembunyikan dalam payung.

“Tersangka kooperatif mengakui telah menyembunyikan barang bukti itu,” pungkas Zeska.

ABK KM Madani Nusantara Tewas Terjepit Ekskavator dalam Geladak

Kasus ini menyisakan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga korban, tetapi juga warga sekitar yang masih sulit menerima bahwa persoalan harga berujung hilangnya nyawa seorang remaja. (bro2)