INTERNASIONAL
Beranda / TOPIK / INTERNASIONAL / Putra Muammar Khadafi Tewas Ditembak, Otoritas Libya Buka Penyelidikan

Putra Muammar Khadafi Tewas Ditembak, Otoritas Libya Buka Penyelidikan

Saif Al Islam Khadafi, putra Muammar Khadafi, tewas dibunuh geng bersenjata di Zintan. Jaksa Libya membuka penyelidikan kasus ini. (Anadolu Agency)

BERANDAPOST.COM, TRIPOLI – Nama Saif Al Islam Khadafi kembali mengguncang Libya. Putra mantan pemimpin Muammar Khadafi itu tewas setelah serangan bersenjata pada Senin (2/2/2026). Kota Zintan menjadi lokasi peristiwa berdarah ini, wilayah yang selama bertahun-tahun melekat dalam perjalanan hidupnya.

Melansir CNN Indonesia berdasarkan laporan kantor berita Libyan News Agency, kepala tim politik mengonfirmasi kematian Saif pada Selasa (3/2/2026). Saif pernah luas dipandang sebagai pewaris politik ayahnya sebelum rezim Khadafi runtuh.

Pengacara Saif asal Prancis, Marcel Ceccaldi, menyebut pembunuhan tersebut melibatkan kelompok bersenjata terorganisasi. Ia mengungkapkan detail itu kepada AFP.

“Empat orang komando membunuhnya pukul 14.00,” ucap Ceccaldi.

Keterangan serupa datang dari lapangan. Koresponden Al Jazeera Arabic untuk Libya, Ahmed Khalifa, menyatakan Saif tewas akibat tembakan. Namun, versi berbeda muncul dari keluarga. Saudara perempuan Saif mengatakan kepada televisi Libya bahwa kematian terjadi dekat perbatasan Libya dengan Aljazair.

Clinton Bersaksi soal Epstein, Kongres AS Hampir Jatuhkan Sanksi

Sejumlah media lokal menambah misteri kasus ini. Laporan menyebut kamera pengawas sekitar lokasi dalam kondisi mati sebelum serangan berlangsung. Hingga kini, identitas pelaku dan motif pembunuhan tersebut belum terungkap.

Otoritas Libya juga belum mengeluarkan pernyataan resmi. Milisi Brigade Tempur 444 secara terbuka membantah keterlibatan dalam insiden ini. Meski demikian, kantor Jaksa Agung Libya telah membuka penyelidikan, sebagaimana media setempat melaporkan.

SOSOK SAIF AL-ISLAM

Saif Al Islam Khadafi memang tidak pernah menduduki jabatan resmi negara. Namun, sejak 2000 hingga 2011, banyak yang menganggapnya sebagai sebagai tokoh nomor dua Libya setelah ayahnya. Pengaruh politiknya besar dan namanya sering memicu ketakutan pada kalangan lawan rezim.

Muammar Khadafi memimpin Libya sejak 1969 hingga kekuasaannya runtuh pada 2011. Ia tewas dalam serangan yang terjadi selama pemberontakan, dengan keterlibatan NATO.

Pada 2011, Saif pernah menjalani penangkapan dan penahanan dalam penjara Kota Zintan saat mencoba melarikan diri setelah Tripoli jatuh ke tangan oposisi. Ia kemudian bebas pada 2017 sebagai bagian dari kebijakan amnesti umum.

Iran Buka Opsi, Istanbul Jadi Panggung Uji Diplomasi Nuklir

Meski bebas, bayang-bayang hukum terus mengikutinya. Saif menghadapi tuduhan penyiksaan dan kekerasan ekstrem terhadap penentang rezim ayahnya. Pada Februari 2011, Perserikatan Bangsa-Bangsa memasukkan namanya ke dalam daftar sanksi dan memberlakukan larangan bepergian.

Selain itu, Mahkamah Kriminal Internasional masih memburunya. ICC menuding Saif terlibat kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi selama konflik Libya pada 2011.

Kini, kematiannya menambah bab baru dalam sejarah panjang konflik Libya. Publik menunggu hasil penyelidikan untuk mengungkap siapa dalang di balik pembunuhan figur kontroversial tersebut. (bro2)