BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – DPRD Balikpapan menilai pengembangan wisata penting untuk meningkatkan pendapatan daerah dan mendukung posisi kota sebagai gerbang IKN.
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan Taufik Qul Rahman mengatakan potensi wisata kota sangat besar tetapi belum terkelola optimal.
Ia juga menyebut karakter warga Balikpapan yang cepat bosan menuntut pemerintah menghadirkan destinasi kreatif dan berkelanjutan.
“Inovasi harus hadir agar wisata kota tidak terasa monoton,” ujarnya, Minggu (30/11).
Ia mencontohkan Bali, Yogyakarta, dan Malang sebagai daerah yang berhasil mengembangkan konsep wisata berstandar nasional dan internasional.
“Kita harus berkaca pada kawasan wisata maju. Bukan hanya skala nasional, tapi internasional,” katanya.
Taufik menilai sejumlah kawasan Balikpapan dapat menjadi destinasi unggulan jika pemerintah menanganinya serius. Ia menyebut kawasan hutan mangrove Margomulyo dan Graha Indah sebagai contoh wilayah dengan daya tarik kuat.
Selain itu, ia menyoroti kawasan kota tua Balikpapan Barat yang menyimpan sejarah dan berpotensi untuk menjadi wisata budaya.
“Di sana ada makam peninggalan Jepang dan Belanda, tugu, rumah adat, rumah Dahor, hingga meriam,” jelasnya.
Semua potensi itu, lanjut Taufik, dapat menjadi paket wisata sejarah yang menarik bagi pengunjung. Ia bahkan menegaskan pengembangan wisata harus mendapat dukungan peran dari Dinas Pariwisata dan UMKM.
Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengurusi pariwisata harus berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah.
Taufik juga menilai moda transportasi modern yakni Balikpapan City Trans (BCT) seharusnya bisa optimal sebagai sarana mobilitas wisatawan.
Untuk itu, Taufik berharap dukungan kepala daerah dapat mendorong OPD lebih fokus mengembangkan destinasi potensial. Terlebih penguatan wisata dapat meningkatkan PAD melalui retribusi, pajak hotel, dan pajak restoran. Termasuk juga Balikpapan sebagai kota Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE).
“Jika Pemkot ingin menjadikan Balikpapan sebagai kota MICE, maka harus juga memperkuat sektor wisata,” pungkasnya. (bro2)


