HUKRIM
Beranda / HUKRIM / Forensik Ungkap Janin di DAS Ampal Meninggal dalam Kandungan

Forensik Ungkap Janin di DAS Ampal Meninggal dalam Kandungan

Pemeriksaan forensik memastikan janin laki-laki usia 5–6 bulan mengapung Sungai Ampal Balikpapan Selatan tanpa tanda kekerasan. Meninggal dalam kandungan. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Pemeriksaan forensik mengungkap fakta medis atas temuan janin mengapung Sungai Ampal, Balikpapan Selatan. Tim memastikan janin berjenis kelamin laki-laki dengan usia kandungan sekitar lima hingga enam bulan.

Dokter Ahli Forensik dari RSKD Balikpapan, dr Heryadi Bawono Putro, menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan berat janin beserta ari-ari sekitar 500 gram dengan panjang tubuh 28 sentimeter.

“Janin lahir dalam kondisi sudah meninggal dan tidak mampu hidup di luar kandungan tanpa alat bantu,” ujar dr. Heryadi, Jumat (16/1/2026).

Ia menegaskan tim forensik tidak menemukan tanda kekerasan fisik maupun cacat berat pada tubuh janin. Perkiraan waktu kematian berkisar satu hingga empat hari sebelum pemeriksaan.

“Tidak ada tanda kekerasan. Perkiraan waktu kematian sekitar satu sampai empat hari sebelum pemeriksaan,” katanya.

URC 110 Amankan Pelaku Pencurian Kabel di Balikpapan Utara

Sementara itu, Kapolsek Balikpapan Selatan AKP Abu Sangit menyampaikan polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk menelusuri asal-usul janin. Penanganan perkara kini berada bawah kewenangan Polresta Balikpapan.

“Penyelidikan masih berjalan dan kasus ini sudah kami serahkan ke Polresta Balikpapan untuk pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.

KRONOLOGI PENEMUAN JANIN

Sebelumnya, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan menemukan janin bayi mengapung Sungai Ampal wilayah RT 12 Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan, Rabu (14/1/2026) lalu, sekitar pukul 09.00 Wita.

Penemuan terjadi saat petugas menjalankan pembersihan sampah rutin. Salah satu petugas, Tajuddin, mengaku awalnya mengira benda tersebut bangkai hewan.

“Dari Sungai Ampal ini biasa kami temukan bangkai tikus atau hewan lain. Jadi awalnya tidak curiga,” ucapnya.

Berau Belum Bersinar, Polisi Amankan 46 Gram Sabu

Petugas DLH lainnya, La Hasim, juga menyampaikan keterangan serupa. Keduanya baru menyadari temuan tersebut merupakan janin manusia setelah mendekat dan mengangkatnya ke tepi sungai.

Selanjutnya, petugas mengamankan janin ke daratan dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian. Kanit Pamapta 2 Polresta Balikpapan Ipda Wisnu Cahyo Abriadi menjelaskan janin dalam posisi tengkurap tanpa pembungkus, bahkan dengan ari-ari masih melekat.

Tim Inafis Polresta Balikpapan melakukan identifikasi awal sebelum membawa janin ke RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan untuk pemeriksaan medis dan autopsi lanjutan. (bro2)