INTERNASIONAL
Beranda / TOPIK / INTERNASIONAL / Jenderal Top China Diselidiki, Pembersihan Militer Xi Jinping Berlanjut

Jenderal Top China Diselidiki, Pembersihan Militer Xi Jinping Berlanjut

Militer China kembali diguncang. Jenderal Zhang Youxia dan Liu Zhenli diselidiki atas pelanggaran berat, mempersempit lingkar elite CMC. (Wikimedia Commons)

BERANDAPOST.COM, BEIJING – Kementerian Pertahanan China membuka penyelidikan terhadap Jenderal Zhang Youxia, salah satu perwira militer paling berpengaruh dan sekutu dekat Presiden Xi Jinping. Otoritas menyebut dugaan “pelanggaran berat disiplin dan hukum”, istilah yang oleh China kerap merujuk pada kasus korupsi.

Melansir BBC, Minggu (25/1/2026), kementerian tidak merinci tuduhan yang menjerat Zhang. Dalam pernyataan sama, otoritas juga menyebut Jenderal Liu Zhenli sebagai subjek penyelidikan. Langkah ini menambah daftar panjang elite militer yang terseret kampanye pembersihan internal.

Kasus tersebut muncul hanya beberapa bulan setelah sembilan jenderal senior tersingkir pada Oktober lalu. Aksi itu menjadi salah satu tindakan keras terbuka terbesar terhadap militer China dalam beberapa dekade terakhir.

Zhang Youxia, 75 tahun, menjabat Wakil Ketua Komisi Militer Pusat atau CMC, lembaga tertinggi Partai Komunis yang mengendalikan angkatan bersenjata dan berada langsung bawah kendali Xi Jinping. Zhang juga duduk dalam Politbiro yang beranggotakan 24 orang, lingkar pengambil keputusan inti partai.

Latar belakang Zhang mencerminkan status elite lama militer China. Ayahnya termasuk jenderal pendiri Partai Komunis. Zhang bergabung dengan tentara sejak 1968 dan tercatat sebagai salah satu dari sedikit pemimpin senior yang memiliki pengalaman tempur langsung.

SBY Waswas Perang Dunia Ketiga, Desak Peran Aktif PBB

Xi Jinping mempertahankan Zhang melewati usia pensiun lazim militer. Kebijakan tersebut selama ini dibaca sebagai tanda kepercayaan tinggi presiden kepadanya. Penyelidikan ini pun memunculkan tanda tanya besar terkait stabilitas lingkar dalam kekuasaan Xi.

Pengumuman penyelidikan muncul setelah rumor beredar mengenai absennya Zhang dan Liu dari sejumlah acara partai tingkat tinggi pada Desember lalu. Ketidakhadiran tersebut memicu spekulasi internal sebelum konfirmasi resmi pemerintah.

KAMPANYE ANTIKORUPSI XI JINPING

Sejak berkuasa, Xi Jinping menggulirkan kampanye antikorupsi luas lintas lembaga negara. Dalam beberapa tahun terakhir, fokus semakin mengarah ke tubuh militer. Xi menyebut korupsi sebagai “ancaman terbesar” bagi Partai Komunis dan mengakui perang melawannya tetap berat dan kompleks.

Pendukung kebijakan ini menilai langkah tersebut memperkuat disiplin dan tata kelola negara. Namun, kritik menyebut kampanye anti-korupsi juga berfungsi sebagai alat konsolidasi kekuasaan dan penyingkiran rival politik.

Dengan penyelidikan terhadap Zhang dan Liu, Komisi Militer Pusat kini hanya menyisakan dua dari tujuh anggota awal. Xi Jinping tetap memimpin sebagai ketua, sementara Zhang Shengmin mengawasi urusan disipliner militer. Penyusutan ini menandai fase baru konsolidasi kekuasaan pada tubuh militer China. (bro2)

Kerusuhan Nepal: DPR Dibakar, Menteri Diserang, 22 Tewas