EKONOMI
Beranda / EKONOMI / IHSG Anjlok, Investor Justru Borong Saham Fundamental

IHSG Anjlok, Investor Justru Borong Saham Fundamental

IHSG turun 5,31 persen pada sesi I. Danantara menilai koreksi tersebut membuka peluang beli saham fundamental dengan valuasi yang menarik. (Ilustrasi)

BERANDAPOST.COM, JAKARTA – Perdagangan pasar saham membuka pekan dengan tekanan tajam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 442,442 poin atau 5,31 persen pada sesi I, Senin (2/2/2026), dan berhenti pada level 7.887.

Sepanjang sesi pertama, IHSG sempat bergerak fluktuatif. Indeks menyentuh level tertinggi 8.313,058, lalu tertekan hingga titik terendah 7.858.

Namun demikian, koreksi tajam tersebut tidak sepenuhnya memicu kepanikan. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) justru mencermati munculnya aksi beli bersih atau net buy pada saham berfundamental kuat.

Tekanan IHSG terjadi seiring penyesuaian sejumlah saham dalam indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Meski begitu, pelaku pasar memanfaatkan momentum ini untuk mengoleksi saham dengan valuasi wajar.

Melansir Antara, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patra Sjahrir, menilai kondisi tersebut sebagai sinyal sehat. Ia menyebut minat beli investor asing masih terlihat pada paruh awal perdagangan.

Kabar Baik! Diskon Iuran BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Transportasi

“Trading memang menurun. Namun, net foreign buy terlihat pada first half. Saham valuasi tinggi terkoreksi, sementara terjadi aksi beli bersih saham fundamental,” ujar Pandu.

Menurutnya, tekanan terdalam menyasar saham yang sebelumnya uninvestable karena harga tidak mencerminkan nilai wajar. Sebaliknya, saham dengan kinerja solid menarik minat investor institusi.

“Observasi awal menunjukkan koreksi dalam pada saham valuasi amat tinggi. Saham fundamental baik malah banyak dibeli institusi,” katanya.

Meski fenomena ini perlu mendapat pencermatan oleh otoritas dan pemangku kepentingan pasar modal, Pandu menilai situasi masih terkendali.

“Beberapa hari ke depan akan terlihat trennya. Menurut saya, tidak perlu mengkhawatirkan kondisi ini,” ujarnya.

Harga Emas dan Perak Ambruk Usai Reli Panjang

DISIPLIN INVESTASI

Lebih jauh, Pandu mengingatkan pentingnya disiplin investasi. Ia mendorong pelaku pasar agar kembali menempatkan fundamental dan valuasi sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Kita harus kembali ke fundamental. Investasi sebaiknya berorientasi medium hingga long term, bukan hanya jangka pendek,” tegasnya.

Terkait dinamika tersebut, Danantara Indonesia memastikan kehadiran dalam pertemuan antara PT Bursa Efek Indonesia dan MSCI. Namun, peran Danantara sebatas pendamping.

“Saya hanya ikut hadir. Yang melakukan pertemuan adalah IDX,” ujarnya.

Sebagai penutup, Pandu menegaskan posisi Danantara sebagai pembeli saham. Ia menilai pasar saham nasional tetap atraktif karena mendapat topangan ekonomi kuat dan valuasi kompetitif.

SIMPATI Hadirkan Akumulasi Kuota, Sisa Internet Tetap Terpakai

“Ekonomi Indonesia bagus dan valuasinya menarik. Itu alasan pasar saham kita tetap layak dilirik,” pungkasnya. (bro2)