BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / CGH Balikpapan Berubah, Penilaian Lingkungan Berbasis Kawasan

CGH Balikpapan Berubah, Penilaian Lingkungan Berbasis Kawasan

Warga RT 51 Kelurahan Baru Ilir memanfaatkan lorong menjadi kawasan hijau yang ditanami aneka jenis sayuran seperti kangkung dan selada dengan memanfaatkan media tanam berupa pot dinding. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Kesadaran menjaga lingkungan kini tidak lagi menjadi tanggung jawab satu rukun tetangga saja. Pemerintah Kota Balikpapan mulai mendorong pendekatan baru agar upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan berjalan lebih menyeluruh dan saling terhubung antarwilayah.

Melalui Program Clean, Green, and Healthy (CGH), pemerintah kota menyiapkan skema penilaian berbasis kawasan. Pendekatan ini menggantikan sistem lama yang menilai satu RT secara terpisah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menjelaskan mulai 2026 penilaian CGH mencakup kawasan yang terdiri dari beberapa RT, lalu berkembang menuju penilaian tingkat kelurahan.

“Penilaian kita naikkan levelnya. Dari satu RT menjadi kawasan yang mencakup empat sampai lima RT. Selanjutnya konsep ini mengarah ke tingkat kelurahan,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Pendekatan kawasan, menurutnya, memberi ruang tanggung jawab kolektif. Selain itu, evaluasi kondisi lingkungan menjadi lebih utuh karena tidak terpecah per wilayah kecil.

Balikpapan Terang 2026 Diperluas hingga Permukiman

Selanjutnya, kelurahan memegang peran penting dalam pembinaan masyarakat. Aparatur kelurahan ia harapkan mampu menggerakkan RT dan warga agar lebih aktif menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan.

MEKANISME PENGHARGAAN CGH

Sistem CGH juga akan menerapkan mekanisme penghargaan berjenjang. Wilayah dengan kinerja baik memperoleh apresiasi, sedangkan wilayah dengan capaian rendah akan mendapat evaluasi agar terjadi perbaikan.

Sudirman menambahkan, DLH selama ini rutin menilai sekitar 25 lingkungan setiap tahun. Kampung Bungas menjadi contoh wilayah yang konsisten menunjukkan kinerja terbaik dengan catatan enam kali meraih juara.

Selain CGH, penguatan lingkungan juga berjalan melalui Program Kampung Iklim (ProKlim) serta kolaborasi bersama perusahaan melalui dukungan CSR. Pendampingan lingkungan seperti Kelurahan Margasari dan Baru Tengah menjadi salah satu contoh sinergi tersebut.

Sedangkan pada sektor pendidikan, pembentukan budaya peduli lingkungan juga menunjukkan hasil. Bersama Dinas Pendidikan, DLH mendorong sekolah menerapkan konsep berwawasan lingkungan.

Program Rumah Berseri Pertamina RU Balikpapan Raih CSR Awards 2026

“Hampir 80 persen sekolah sudah menjadi sekolah Adiwiyata. Setiap tahun rata-rata 18 sekolah meraih Adiwiyata Nasional,” ungkapnya.

Meski begitu, pembinaan tingkat masyarakat masih perlu penguatan. Karena itu, perluasan penilaian CGH hingga kelurahan agar mampu memacu semangat aparatur dan warga menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan. (bro2)