BERANDAPOST.COM, NUSANTARA – Salat Tarawih di Masjid Negara IKN sangat spesial pada Ramadan tahun ini. Pasalnya, untuk pertama kalinya Masjid Negara IKN menggelar ibadah sunah usai salat Isya tersebut. Membuat suasana Ramadan semakin terasa.
Kehadiran jemaah dari beragam latar belakang menunjukkan Masjid Negara IKN mulai berfungsi sebagai pusat aktivitas keagamaan. Jemaah memanfaatkan momen ini untuk mempererat kebersamaan sekaligus menyambut bulan suci dengan penuh semangat.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono turut berbaur dan salat berjemaah dengan para jemaah.
Panitia pelaksana mengatur arus kedatangan jemaah sejak sore hari. Petugas membantu mengarahkan parkir dan menjaga ketertiban agar pelaksanaan ibadah berjalan khusyuk.
Salat tarawih di Masjid Negara IKN secara perdana ini menjadi momentum penting dalam membangun kehidupan spiritual masyarakat Nusantara. Selain salat berjemaah, panitia menghadirkan tausiyah untuk mengajak umat menyambut Ramadan dengan hati bersih dan niat lurus.
Ustaz Irfan Rosady, Dai Kementerian Agama Kalimantan Timur, menyampaikan pesan tentang pentingnya meluruskan niat dalam setiap aktivitas, termasuk ibadah Ramadan.
“Perbaikilah niat kita. Karena bila salah kita dalam menjalankan kehidupan dan beribadah, maka bersiaplah kita terjerumus dalam lembah penghinaan, maka dari itu kita mantapkan dan luruskan niat dalam menjalankan Ramadhan,” ujarnya, Rabu (18/2/2026) malam.
Ia menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan memperbaiki kepribadian dan memperkuat hubungan dengan Allah serta sesama manusia. Menurutnya, niat yang benar akan menentukan kualitas ibadah selama sebulan penuh.
Salah satu jemaah, Shakira, warga Sepaku, mengaku merasakan suasana berbeda saat beribadah dalam Masjid Negara IKN. Ia datang bersama keluarga untuk mengikuti salat tarawih perdana.
“Saya tidak menyangka masjid negara semegah ini,” ucap Shakira.
Ia berharap Masjid Negara IKN terus menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi warga sekitar. Menurutnya, keberadaan masjid tersebut memberi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat yang tinggal dekat kawasan Nusantara.
Salat tarawih perdana ini bukan hanya menjadi awal rangkaian ibadah Ramadan, tetapi juga memperkuat peran Masjid Negara sebagai titik temu spiritual dan sosial. (bro2)

