BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Keterbatasan anggaran tidak menghentikan langkah Pemerintah Kota Balikpapan dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten. Saat sejumlah pos belanja mengalami penyesuaian, program pelatihan tetap bergerak dengan strategi baru.
Plt. Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, menegaskan target tahunan tetap menjadi prioritas kendati ia akui terdampak efisiensi anggaran.
“Namun target tetap kami upayakan tercapai dengan berbagai cara, salah satunya melalui kemitraan,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Adamin mengakui alokasi dana pelatihan mengalami penyesuaian, baik pada tahun sebelumnya maupun proyeksi 2025. Untuk itu, pihaknya menggandeng perusahaan dan lembaga pelatihan kerja agar pembiayaan bisa berbagi.
Skema kolaborasi ini membuat program tetap berjalan meski jumlah peserta kemungkinan lebih terbatas. Jika sebelumnya pelatihan sepenuhnya mengandalkan APBD, kini membuka ruang sinergi dengan sektor swasta.
“Pelatihan tetap ada. Mungkin volumenya berkurang, tetapi target tahunan tetap kami jalankan dengan mencari mitra kerja,” jelasnya.
PERKUAT PROGRAM MAGANG
Selain pelatihan berbasis kelas, Disnaker memperkuat program pemagangan. Saat ini dua pola berjalan, yakni magang nasional dan magang mandiri.
Magang nasional memperoleh dukungan pembiayaan dari kementerian terkait sehingga tidak membebani kas daerah. Sementara magang mandiri menjadi fokus penguatan untuk memperluas peluang penempatan kerja.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang menghadapi dinamika pasar kerja Balikpapan, terlebih dengan posisi kota sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami ingin memastikan tenaga kerja lokal memiliki keterampilan relevan agar mampu bersaing dan terserap dunia usaha,” pungkasnya. (bro2)


