PPU
Beranda / DAERAH / PPU / Kemenag PPU Sebut Ada Imbauan Penundaan Umrah

Kemenag PPU Sebut Ada Imbauan Penundaan Umrah

Perang di Iran memberi dampak bagi umat muslim yang akan berhaji tahun ini. (Dok. Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada sektor perjalanan ibadah. Otoritas penyelenggara haji dan umrah daerah pun mulai meningkatkan kewaspadaan.

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Penajam Paser Utara mengungkap adanya imbauan dari pemerintah pusat terkait kemungkinan penundaan keberangkatan umrah.

Staf Kasubag Tata Usaha Kemenag PPU, Andryan Muhammad Ikram, menyebut arahan kewaspadaan mulai tersampaikan meski belum ada petunjuk teknis rinci hingga tingkat kabupaten.

“Sepertinya ada imbauan dari pusat bahwa untuk menunda umrah terlebih dahulu. Hal ini berkaitan dengan terganggunya jalur penerbangan menuju Arab Saudi akibat kondisi keamanan,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, gangguan pada jalur penerbangan terjadi akibat meningkatnya ketegangan keamanan kawasan yang berpotensi memengaruhi rute penerbangan internasional menuju Tanah Suci.

Disdukcapil PPU Minta ASN Perbarui Data KTP Elektronik

Belum Ada Laporan Jemaah Terdampak

Meski ada sinyal kewaspadaan dari pusat, Kemenag PPU mengaku belum menerima laporan resmi terkait jemaah asal PPU yang tertahan atau terdampak langsung.

Koordinasi antara pemerintah daerah dan Kantor Wilayah Kemenag Kaltim juga masih terus berjalan untuk memantau perkembangan situasi.

Selain umrah, perhatian juga tertuju pada persiapan pelaksanaan haji reguler yang saat ini tengah dipersiapkan.

“Kami khawatir dampak perang ini juga bisa merembet ke pelaksanaan haji reguler, terutama karena gangguan pada rute penerbangan,” tambahnya.

Dua Travel Umrah Resmi

Terkait biro perjalanan, Kemenag PPU mencatat hanya ada dua travel umrah yang memiliki izin resmi beroperasi untuk wilayah tersebut.

Pemkab PPU Kaji Kebijakan WFA Jelang Libur Lebaran

Kemenag mengimbau masyarakat tetap tenang sekaligus waspada terhadap perkembangan situasi. Calon jemaah agar juga aktif berkoordinasi dengan biro perjalanan resmi terkait jadwal keberangkatan.

Langkah tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat sekaligus menghindari kebingungan akibat beredarnya kabar yang belum terverifikasi. (bro3)