BERANDAPOST.COM, TANA PASER – Struktur ekonomi Kabupaten Paser perlahan bergerak menuju arah baru. Ketergantungan terhadap sektor pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi mulai berkurang. Perubahan tersebut terlihat dari kontribusi sektor tambang yang tidak lagi mendominasi seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetio, menyampaikan transformasi ekonomi mulai terlihat dari data terbaru. Menurutnya, beberapa tahun lalu sektor pertambangan menyumbang sekitar 60 hingga 70 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun pada 2025 kontribusinya turun menjadi sekitar 54 persen. Penurunan itu menunjukkan sektor lain mulai berkembang. Artinya sektor lain mulai tumbuh, seperti pertanian, kehutanan, perikanan serta industri pengolahan.
“Dari 2024 sampai 2025 pertumbuhannya sekitar tiga persen lebih,” jelas Bayu, Jumat (5/6/2026).
Bayu menilai perubahan tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang mendorong penguatan sektor non tambang. Langkah itu bertujuan membangun ekonomi yang lebih tangguh dan tidak bergantung pada sumber daya alam semata.
Bahkan transformasi ekonomi ini juga memberi sinyal bahwa aktivitas sektor produktif lain mulai berkembang. Pertanian, kehutanan, perikanan serta industri pengolahan kini mulai memberi kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Paser pada 2025 mencapai 3,61 persen. Capaian tersebut, menurut Bayu, cukup menggembirakan karena terjadi saat tekanan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas masih terasa.
“Paser mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah meski juga ada efisiensi,” ungkapnya. (bro2)



