BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi seluruh warga Balikpapan terus bergerak. Pemerintah kota bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mencari sumber air baku baru agar layanan air minum semakin kuat.
Salah satu opsi strategis mengarah ke kawasan Waduk Sungai Wain. Kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai sumber air tambahan bagi kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Yudhi Saharuddin, menyampaikan rencana tersebut masuk dalam strategi jangka menengah dan panjang perusahaan.
“Salah satu opsi yang kami dorong adalah optimalisasi Waduk Sungai Wain sebagai sumber air baku tambahan,” ujarnya, Jumat (5/3/2026).
Pertumbuhan penduduk, ekspansi kawasan industri, serta perkembangan IKN mendorong kebutuhan air bersih semakin besar.
Kondisi tersebut menuntut penguatan sistem penyediaan air minum agar mampu menjangkau seluruh kawasan kota.
Dalam rencana pengembangan, PTMB membuka peluang kolaborasi dengan PT Pertamina (Persero) yang selama ini memanfaatkan air kawasan Sungai Wain untuk operasional industri.
PTMB mengusulkan pengolahan air dilakukan bersama dengan pembagian penggunaan yang proporsional antara kebutuhan industri dan masyarakat.
“Kami berdiskusi kemungkinan kerja sama dengan Pertamina. Harapannya air Sungai Wain dapat terolah bersama,” jelas Yudhi.
Proyek Air Bersih Terus Berjalan
Selain Sungai Wain, PTMB menyiapkan sejumlah proyek lain untuk memperkuat sistem penyediaan air minum.
Pengembangan sumber air Bendungan Teritip masuk rencana tahap menengah dengan target mulai berjalan tahun depan. Sementara rencana pengembangan kawasan Sepaku masih melalui proses evaluasi.
Untuk jangka panjang, PTMB menjalankan studi kelayakan pengembangan sumber air baru beserta integrasi jaringan distribusi.
Koordinasi juga berlangsung dengan pemerintah provinsi melalui Dinas Pekerjaan Umum guna mendukung pengembangan SPAM regional bagi kawasan penyangga IKN.
Yudhi berharap langkah tersebut mampu menjamin ketersediaan air bersih bagi Balikpapan pada masa depan.
“Saya ingin memastikan pada 2029 hingga 2030, saat IKN berjalan penuh, Balikpapan tidak lagi menghadapi persoalan air bersih,” tegasnya.
Meski berbagai proyek terus berjalan, PTMB mengakui masih ada wilayah yang belum menerima layanan optimal. Penambahan jaringan baru terkadang memengaruhi tekanan air pada kawasan lain.
“Kami memohon maaf kepada masyarakat yang mungkin belum menerima layanan maksimal. Kami terus berupaya meningkatkan distribusi air,” katanya.
Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga pemerataan distribusi air bersih bagi seluruh warga Balikpapan.
“Kami ingin pembagian air berlangsung adil bagi semua masyarakat,” pungkasnya. (bro2)



