BERANDAPOST.COM, JAKARTA – Perjalanan mudik melalui jalur laut kembali menjadi pilihan penting bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi warga wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Untuk mendukung mobilitas tersebut, Kementerian Perhubungan menyiapkan ratusan kapal selama periode Angkutan Laut Lebaran 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, pihaknya menyiapkan sebanyak 841 kapal dengan total kapasitas angkut sekitar 3,2 juta penumpang.
“Jumlah itu khusus operasional angkutan laut Lebaran,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Dudy, angkutan laut memegang peran penting dalam melayani mobilitas masyarakat pada wilayah kepulauan, daerah terpencil, hingga kawasan perbatasan. Termasuk untuk rute kapal dari dan menuju Balikpapan.
Karena itu, pemerintah memastikan kesiapan armada serta pelayanan pelabuhan agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Kemenhub juga melakukan pemeriksaan kelaiklautan kapal pada berbagai jenis armada. Proses tersebut mencakup kapal penumpang, kapal penyeberangan, kapal cepat, kapal tradisional, hingga kapal wisata.
“Kita harus memastikan layanan angkutan laut selama Lebaran berlangsung aman, selamat, nyaman, tertib, dan lancar,” katanya.
Pemerintah juga menghadirkan program tiket gratis bagi masyarakat. Program tersebut menyediakan kuota lebih dari 66 ribu penumpang dengan pendaftaran mulai 6 Maret 2026. Periode keberangkatan berlangsung antara 11 Maret hingga 6 April 2026.
Selain itu, pemerintah memberikan diskon tarif sebesar 30 persen bagi seluruh trayek kapal PSO milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) kelas ekonomi. Program ini mencakup lebih dari 445 ribu tiket bagi penumpang. Khusus Balikpapan, keberangkatan pemudik yangmenggunakan program tersebut melalui Pelabuhan Semayang.
“Langkah ini agar dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung distribusi arus mudik yang lebih merata,” jelas Dudy.
Keselamatan Jadi Prioritas
Selanjutnya, ia menegaskan keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama selama masa angkutan Lebaran. Seluruh armada wajib memenuhi standar keselamatan melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap kapal, perlengkapan keselamatan, serta kompetensi awak kapal.
Selain itu, pemerintah juga meningkatkan kesiapan fasilitas pelabuhan seperti terminal penumpang, ruang tunggu, layanan kesehatan, serta sistem informasi bagi masyarakat.
Dudy juga mengingatkan pentingnya pelayanan yang humanis, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak.
“Kualitas penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya dari kesiapan sarana, tetapi juga integritas seluruh jajaran,” tegasnya. (bro2)



