BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyiapkan berbagai sarana transportasi guna memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus mendapatkan penguatan agar penyelenggaraan angkutan Lebaran berjalan aman dan tertib.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur, Yusliando, mengatakan kelancaran transportasi memerlukan komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi yang kuat antarinstansi.
“Langkah ini penting agar pelayanan transportasi kepada masyarakat selama masa mudik dapat berjalan lancar,” katanya, Minggu (8/3/2026).
Pada sektor transportasi darat, sejumlah terminal telah siap untuk melayani mobilitas masyarakat.
Terminal tipe A seperti Terminal Batu Ampar dan Terminal Samarinda Seberang melayani rute antar kota antar provinsi (AKAP), termasuk rute Samarinda-Banjarmasin serta Balikpapan-Banjarmasin.
Sementara terminal tipe B melayani rute antar kota dalam provinsi (AKDP), seperti Samarinda-Balikpapan, Samarinda-Bontang, Samarinda-Sangatta hingga Penajam-Tanah Grogot.
Selain angkutan reguler, mobilitas masyarakat juga mendapat dukungan angkutan sewa khusus yang tersebar pada berbagai wilayah.
“Jumlahnya mencapai 306 unit untuk Samarinda, 614 unit Balikpapan, serta puluhan unit untuk Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan Paser,” paparnya.
Pelabuhan dan Transportasi Sungai
Sedangkan untuk transportasi laut, sejumlah pelabuhan utama telah menyiapkan armada kapal. Beberapa pelabuhan yang melayani penumpang selama Lebaran antara lain Pelabuhan Semayang, Pelabuhan Samarinda, dan Pelabuhan Bontang.
“Transportasi sungai juga tetap menjadi jalur penting bagi masyarakat,” ujarnya.
Dermaga Sungai Kunjang dan Dermaga Pasar Pagi menyediakan rute menuju wilayah pedalaman seperti Melak, Long Bagun, Long Iram, hingga Muara Pahu.
Selanjutnya pada sektor transportasi udara, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan menjadi salah satu penopang utama mobilitas masyarakat. Bandara ini melayani rute domestik dan internasional dengan fasilitas runway sepanjang 2.500 meter serta 11 garbarata.
Sementara Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto melayani penerbangan domestik menuju Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Berau.
Bandara tersebut juga melayani penerbangan perintis menuju wilayah terpencil seperti Maratua, Datah Dawai, Long Apung, dan Muara Wahau.
Pengawasan Standar Keselamatan
Untuk memastikan keselamatan transportasi selama masa mudik, pihaknya juga melakukan berbagai langkah pengawasan.
Langkah tersebut meliputi ramp check kendaraan angkutan umum, pemeriksaan fasilitas keselamatan, serta monitoring kapal sesuai standar operasional.
Selain itu juga ada pemasangan spanduk pada titik rawan kecelakaan, pembagian life jacket, serta sosialisasi keselamatan kepada operator dan pengguna transportasi. (bro2)



