BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Terik matahari yang semakin menyengat saat kemarau membawa dampak tidak hanya bagi manusia, tetapi juga hewan ternak. Paparan panas berlebih memicu kondisi heat stress.
Saat itu terjadi, ternak mudah mengalami dehidrasi dan penurunan kondisi tubuh. Dampaknya, daya tahan melemah dan risiko penyakit meningkat.
Fungsional Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Maulana Firmansyah, menyebut kondisi ini perlu mendapat perhatian serius.
“Masalah utama saat kemarau adalah suhu tinggi yang memicu stres panas pada ternak,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Saat tubuh ternak melemah, berbagai penyakit lebih mudah muncul. Beberapa yang perlu mendapat kewaspadaan antara lain Penyakit Mulut dan Kuku, Penyakit Jembrana, hingga serangan parasit seperti cacingan.
Meski demikian, kondisi ternak masih relatif stabil. Hingga kini belum terlihat lonjakan kasus penyakit yang signifikan.
Upaya pencegahan juga mendapat penguatan. DPKH Kaltim menggencarkan surveilans serta edukasi kepada peternak agar lebih waspada menghadapi perubahan cuaca.
Vaksinasi juga menjadi langkah penting. Penyakit seperti PMK, Jembrana, hingga Lumpy Skin Disease terus menjadi sasaran program vaksinasi untuk menekan risiko penyebaran.
Bagi peternak, menjaga ketersediaan air minum, memperhatikan pakan, serta memastikan sirkulasi udara dalam kandang menjadi langkah sederhana namun krusial. (bro2)

