PASER
Beranda / DAERAH / PASER / Bupati Paser Tekankan Kualitas Venue Porprov Kaltim

Bupati Paser Tekankan Kualitas Venue Porprov Kaltim

Bupati Paser Fahmi Fadli menekankan kualitas dan estetika venue Porprov VIII Kaltim 2026, sekaligus membidik pengembangan sport tourism daerah. (Prokopim)

BERANDAPOST.COM, TANA PASER – Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) tak hanya soal atlet dan jadwal. Namun, kualitas infrastruktur menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Paser.

Bupati Paser, Fahmi Fadli, mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak sembarangan memilih mitra kerja dalam pembangunan fasilitas olahraga.

“Saya tidak mau ada pekerjaan sembarangan. Pihak ketiga harus profesional dan bertanggung jawab,” tegasnya, Rabu (8/4/2026).

Pesan itu lahir dari kekhawatiran sederhana namun penting, karena venue yang pembangunannya asal-asalan akan berdampak jangka panjang.

Karena itu, Pemkab Paser memperketat proses lelang hingga pengawasan lapangan. Setiap detail pekerjaan harus memenuhi standar, bukan hanya selesai tepat waktu.

Porprov Kaltim 14-27 November 2026, Paser Targetkan Juara Umum

Namun perhatian Fahmi tidak berhenti pada kekuatan struktur. Ia juga menyoroti estetika venue. Menurutnya, wajah fasilitas olahraga akan menjadi kesan pertama bagi tamu dari luar daerah.

“Jangan ada kabel atau pipa menggantung. Penataan harus rapi dan enak dipandang,” ujarnya.

Detail kecil seperti instalasi teknis menjadi bagian penting. Ia ingin seluruh venue tampil bersih, tertata, dan mencerminkan kesiapan daerah.

Untuk itu, ia mendorong percepatan pembangunan venue seiring jadwal Porprov yang telah ditetapkan yakni 14-27 November 2026. Targetnya jelas, seluruh fasilitas rampung sebelum pelaksanaan.

Bidik Sport Tourism

Selain itu, Fahmi melihat venue olahraga tidak hanya berfungsi saat ajang berlangsung. Ke depan, fasilitas tersebut dapat berkembang menjadi pusat sport tourism Kabupaten Paser.

Paser Matangkan Porprov Kaltim, Targetkan Sport Tourism

Jika tertata baik, venue bisa menarik kunjungan atlet, komunitas olahraga, hingga wisatawan. Dampaknya tidak hanya pada prestasi, tetapi juga pada ekonomi daerah. (bro2)