BERANDAPOST.COM, TENGGARONG – Deru roda sepeda menyatu dengan semangat sejarah saat ratusan goweser mengayuh bersama menuju Sangasanga. Pagi itu, Minggu (25/6/2026), semangat Merah Putih kembali hidup lewat Gowes Merah Putih Sangasanga gelaran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar).
Sekitar 500 peserta ambil bagian dalam kegiatan sepeda santai tersebut. Mereka datang dari berbagai komunitas gowes serta peserta perorangan. Tak sedikit pula goweser asal Samarinda yang sengaja hadir untuk ikut meramaikan agenda tahunan ini.
Peserta memulai kayuhan dari halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara. Rute kemudian berakhir di halaman Tugu Patung Soekarno, Kecamatan Sangasanga. Sepanjang perjalanan, suasana kebersamaan dan nasionalisme terasa kuat, seiring peserta melintasi jalur yang sarat nilai sejarah perjuangan.
Gowes Merah Putih Sangasanga menjadi bagian dari agenda rutin Pemkab Kukar untuk mengenang Peristiwa Merah Putih Sangasanga. Peristiwa tersebut menjadi simbol perlawanan rakyat setempat terhadap penjajahan sekaligus tonggak perjuangan menuju kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan langsung Pembina Goweser Kutai Kartanegara, Edi Damansyah. Kehadirannya memberi semangat tambahan bagi peserta agar tetap antusias hingga garis akhir.
Mewakili Bupati Kutai Kartanegara, Asisten III Sekretariat Daerah Kukar, Dafip Haryanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia mengucapkan terima kasih kepada komunitas goweser, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Camat Sangasanga atas dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
“Terima kasih juga kepada seluruh komunitas goweser yang ikut memeriahkan kegiatan ini,” ujar Dafip saat membacakan sambutan bupati.
AJANG REFLEKSI SEJARAH KEMERDEKAAN
Menurut Dafip, Gowes Merah Putih Sangasanga bukan sekadar ajang olahraga. Kegiatan ini menjadi media refleksi sejarah sekaligus pengingat perjuangan masyarakat Sangasanga dalam merebut kemerdekaan.
Ia juga mengingatkan peserta agar selalu menjaga ketertiban dan keselamatan lalu lintas selama perjalanan. Panitia berharap kegiatan tersebut tidak mengganggu pengguna jalan lain dan tetap mematuhi aturan yang berlaku.
“Mengingat rute menggunakan jalan umum, kami mengimbau peserta menjaga keselamatan dan ketertiban selama perjalanan,” katanya.
Dafip berharap Gowes Merah Putih Sangasanga terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dengan skala lebih besar. Ia membuka peluang pengembangan kegiatan, tidak hanya sebagai fun bike, tetapi juga lomba balap sepeda agar suasana semakin semarak.
“Harapannya tahun depan agar kegiatan ini bisa lebih besar dan lebih meriah,” tutupnya. (bro2)


