BERANDAPOST.COM, JAKARTA – Berdasarkan data resmi situs logammulia.com pukul 09.30 WITA, emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) satuan 1 gram tercatat Rp2.860.000 per batang. Angka ini merosot Rp260.000 daripada perdagangan hari sebelumnya.
Koreksi tajam tersebut memperpanjang tekanan terhadap logam mulia. Dalam dua hari terakhir, harga emas Antam sudah tergerus Rp308.000 per gram. Penurunan ini membawa harga emas ke level terendah sejak 22 Januari 2026.
Pelemahan Rp260.000 per gram juga tercatat sebagai yang terbesar setidaknya sejak 2024. Angka ini bahkan melampaui rekor penurunan harian terburuk sebelumnya pada 22 Oktober 2025, ketika harga emas jatuh Rp177.000 dalam sehari.
Tekanan serupa terjadi pada harga buyback. Hari ini, Antam menetapkan harga pembelian kembali emas sebesar Rp2.654.000 per gram. Nilai tersebut anjlok Rp285.000 dan menambah beban bagi investor yang ingin melepas kepemilikan emas.
Pelemahan emas domestik sejalan dengan gejolak pasar global. Harga emas dunia menutup pekan terakhir Januari 2026 dengan volatilitas ekstrem. Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, logam mulia justru menghadapi aksi jual masif.
Mengutip data Refinitiv, emas spot ditutup melemah 9,8 persen ke level US$4.864,35 per troy ounce pada Jumat (30/1/2026). Pada sesi perdagangan yang sama, harga sempat anjlok hingga 9,5 persen ke US$4.883,62, setelah sehari sebelumnya menyentuh puncak US$5.594,82.
Tekanan jual berlangsung cepat. Harga emas sempat menyentuh US$5.450 sebelum terhempas ke titik terendah US$4.695,23 sekitar pukul 02.30 WIB.
Kondisi ini mencerminkan perubahan sentimen pasar yang drastis. Logam mulia, yang selama ini sebagai aset lindung nilai, kini ikut terseret gelombang volatilitas global. (bro2)


