BERANDAPOST.COM, TANA PASER – Pemerintah Kabupaten Paser terus mendorong transformasi sektor kesehatan. Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian gedung baru Puskesmas Tanah Grogot oleh Bupati Paser Fahmi Fadli, Sabtu (31/1/2026).
Puskesmas Tanah Grogot kini menempati lokasi strategis eks bangunan RSUD Panglima Sebaya. Perubahan ini bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan awal penerapan sistem Integrasi Layanan Primer (ILP) secara menyeluruh.
Melalui sistem ILP, pelayanan kesehatan tidak lagi berbasis program terpisah. Sebaliknya, layanan terintegrasi mengikuti siklus hidup pasien agar lebih efektif dan efisien.
Dalam sambutannya, Fahmi Fadli menegaskan bahwa Puskesmas Tanah Grogot mengadopsi sistem klaster. Pendekatan ini menggantikan pola lama yang memisahkan layanan berdasarkan jenis keluhan.
“Dengan sistem klaster ini, pasien menerima layanan terpadu berdasarkan kelompok umur. Tidak ada lagi sekat antarprogram, sehingga pelayanan menjadi jauh lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Selanjutnya, gedung baru tersebut terbagi ke dalam lima klaster utama. Klaster 1 mencakup manajemen pelayanan, dan klaster 2 melayani ibu hamil dan anak usia bawah 18 tahun. Sedangkan klaster 3 fokus pada pelayanan dewasa dan lanjut usia. Selanjutnya klaster 4 menangani penyakit menular. Sementara klaster 5 melayani lintas klaster, seperti gigi, fisioterapi, dan laboratorium.
Fahmi, menjelaskan pemanfaatan eks RSUD Panglima Sebaya karena ketersediaan ruang yang lebih luas dan representatif. Pembagian klaster diharapkan mampu mengurai antrean serta memudahkan tenaga medis memantau riwayat kesehatan pasien secara menyeluruh.
“Puskesmas Tanah Grogot tidak hanya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan, tetapi juga pusat promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sebagaimana slogan kita, Olo Manin Aso Buen Si Olo Ndo,” terang Fahmi.
Sebagai penutup, Bupati bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Paser menandatangani prasasti dan meninjau langsung setiap klaster pelayanan. Momentum ini menandai babak baru layanan kesehatan primer yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (bro2)


