LIFESTYLE
Beranda / LIFESTYLE / Makna Doa Nisfu Syaban dan Tradisi Membaca Yasin

Makna Doa Nisfu Syaban dan Tradisi Membaca Yasin

Doa Nisfu Syaban “Allahumma ya dzal manni” memiliki dasar literatur klasik. Tradisi Yasin tiga kali hidup kuat dalam praktik Islam Nusantara. (Ilustrasi/OpenAI)

Arus zaman terus bergerak cepat. Namun, tradisi Nisfu Syaban tetap terjaga.

MALAM Nisfu Syaban selalu menghadirkan suasana khusyuk. Umat Islam memaknainya sebagai waktu muhasabah dan memperbanyak doa. Dalam tradisi Nusantara, malam ini lekat dengan pembacaan Surat Yasin sebanyak tiga kali, yang diselingi doa “Allahumma ya dzal manni wa la yumannu ‘alaika”.

Melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Minggu (1/2/2026), Tradisi tersebut bukan sekadar kebiasaan turun-temurun. Doa ini memiliki pijakan kuat dalam khazanah keilmuan Islam. Imam Jalaluddin as-Suyuthi mencantumkannya dalam ad-Durr al-Mantsur, bersumber dari Mushannaf Ibnu Abi Syaibah serta kitab ad-Du’a karya Ibnu Abi ad-Dunya, dengan riwayat Sahabat Ibnu Mas’ud ra.

Ibnu Mas’ud menyampaikan, siapa pun yang membaca doa ini, Allah akan meluaskan rezekinya dan mencukupi kebutuhannya. Keyakinan ini membuat doa tersebut sering terlantun pada malam-malam istimewa, terutama Nisfu Syaban.

Dalam praktik masyarakat Indonesia, redaksi doa mengalami sedikit perbedaan dari teks yang tercatat dalam kitab as-Suyuthi. Perbedaan ini tidak menjadi persoalan. Doa tidak terikat satu susunan baku, selama makna dan tujuannya tetap terjaga.

Rumor Samsung Galaxy S26, Dukung Pesan Satelit Tanpa Sinyal

Umat Islam Nusantara umumnya merujuk pada kitab Maslakul Akhyar karya Mufti Betawi, Syekh Sayyid Utsman bin Yahya. Kitab ini memuat doa “Allahumma ya dzal manni” dengan kandungan permohonan agar Allah menghapus catatan kesengsaraan, kesialan, serta kesempitan rezeki, lalu menggantinya dengan kebahagiaan, kelapangan, dan taufik untuk berbuat kebaikan.

Doa tersebut juga menautkan harapan hamba dengan firman Allah dalam Al-Qur’an, bahwa Allah berkuasa menghapus dan menetapkan ketentuan sesuai kehendak-Nya. Keyakinan ini memperkuat spiritualitas umat saat melantunkan doa dengan penuh pengharapan.

NIAT YASIN TIGA KALI

Tradisi Nisfu Syaban juga mengenal pembacaan Surat Yasin tiga kali dengan niat berbeda. Yasin pertama niatnya adalah agar Allah memanjangkan umur dalam ketaatan. Kemudian Yasin kedua agar Allah menganugerahkan rezeki halal dan berkah. Sedangkan niat Yasin ketiga supaya Allah memberi husnul khatimah serta kebahagiaan dunia dan akhirat.

Setiap selesai satu kali pembacaan Surat Yasin, doa “Allahumma ya dzal manni” sebagai pengiring. Pola ini menunjukkan keselarasan antara niat, doa, dan harapan hidup seorang hamba kepada Allah.

Selain membaca Yasin dan doa, umat Islam agar juga memperbanyak istighfar, selawat, serta sedekah. Amalan tersebut menjadi wujud kesungguhan dalam menyambut malam penuh ampunan dan rahmat.

Ancaman Virus Nipah Mengintai, IDAI Ingatkan Disiplin Olah Pangan

Arus zaman terus bergerak cepat. Namun, tradisi Nisfu Syaban Nusantara tetap terjaga. Ia tidak sekadar ritual, melainkan cermin kedekatan spiritual manusia dengan Allah, yang terawat melalui doa, niat tulus, dan keikhlasan. (bro2)