BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Ruang publik Kota Balikpapan kini menjelma lebih dari sekadar tempat bersantai. Pemerintah Kota Balikpapan mengarahkannya sebagai simpul kreativitas, penggerak ekonomi lokal, sekaligus ruang temu komunitas lintas generasi.
Gagasan itu terwujud melalui program Si Permata, akronim dari Sinergi Pemberdayaan Masyarakat Kreatif dalam Pengembangan Pariwisata. Program ini menghadirkan konsep pengelolaan ruang terbuka berbasis kolaborasi dan ramah keluarga.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menyebut Si Permata lahir dari kebutuhan kota akan ruang kreatif yang tumbuh bersama komunitas.
“Balikpapan belum memiliki ruang kreatif yang benar-benar terkelola bersama komunitas. Dari kebutuhan itu, kami memulai transformasi Taman Bekapai sebagai destinasi wisata buatan berbasis kolaborasi,” ujar Ratih, Minggu (1/2/2026).
Melalui Si Permata, Taman Bekapai bertransformasi menjadi ruang publik multifungsi. Kawasan ini kini menampung aktivitas seni budaya, olahraga, hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Beragam komunitas memanfaatkan taman tersebut secara rutin. Mulai dari latihan seni, pertunjukan terbuka, hingga kegiatan tematik yang melibatkan warga dari berbagai latar belakang.
TAMAN BEKAPAI RUANG INTERAKSI SOSIAL
Kehadiran sentra kuliner, titik wisata tematik, serta aktivitas seni berkelanjutan menjadikan Taman Bekapai sebagai ruang interaksi sosial yang inklusif. Lokasinya yang mudah terjangkau juga menjadikannya alternatif rekreasi perkotaan yang aman dan nyaman bagi keluarga.
Inovasi ini juga mengantarkan Si Permata meraih sejumlah apresiasi. Program tersebut meraih juara pertama tingkat nasional pada ajang Pendidikan Kepemimpinan Nasional, serta juara pertama tingkat kota dan provinsi dalam Kompetisi Kreativitas dan Inovasi Masyarakat.
“Penghargaan ini hasil kerja bersama warga Balikpapan. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, sementara komunitas menjadi motor penggerak,” kata Ratih.
Keberhasilan Si Permata juga bertumpu pada kolaborasi lintas sektor. Pemerintah kecamatan menghadirkan Balikpapan Food Space yang berlangsung rutin setiap sore. Dukungan perbankan, termasuk Bank Indonesia dan perbankan syariah, juga memperkuat pembiayaan serta ekosistem UMKM.
Selain itu, penetapan kawasan sebagai wisata halal oleh Kementerian Agama, dan adanya fasilitas bermain anak hasil kolaborasi dengan DP3AKB, semakin mengukuhkan fungsi taman sebagai ruang ramah keluarga. (bro2)


