LIFESTYLE
Beranda / LIFESTYLE / Tema Harmoni Imlek Nusantara, Ini Makna Logo Kuda Kayu

Tema Harmoni Imlek Nusantara, Ini Makna Logo Kuda Kayu

Imlek 2026 jatuh 17 Februari. Pemerintah rilis tema Harmoni Imlek Nusantara dan logo nasional dengan simbol kuda api sarat makna kebangsaan. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 kian mendekat. Pemerintah Indonesia resmi menetapkan tema dan logo Imlek Nasional 2026 sebagai identitas perayaan yang inklusif dan berjiwa kebangsaan. Imlek tahun ini jatuh pada 17 Februari 2026.

Informasi tema dan logo tersebut tersiar melalui unggahan akun Instagram Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI, Badan Komunikasi Pemerintah RI, serta Imlek Festival. Pemerintah merancang konsep visual Imlek 2026 untuk merangkul keberagaman sekaligus memperkuat harmoni sosial.

Tema Imlek Nasional 2026 mengusung Harmoni Imlek Nusantara. Tema ini menegaskan semangat persatuan dalam keberagaman, sejalan dengan karakter bangsa Indonesia. Pemerintah memosisikan perayaan Imlek sebagai ruang kebersamaan lintas budaya dan identitas.

Selain tema, logo Imlek Nasional 2026 hadir sebagai bahasa visual yang hangat, humanis, tenang, dan bermartabat. Desain logo tersebut memuat optimisme sekaligus refleksi perjalanan bangsa dalam merawat keberagaman.

MAKNA LOGO IMLEK 2026

Logo Imlek Nasional 2026 berangkat dari simbol kuda api yang selaras dengan Shio Kuda 2026. Kuda api melambangkan energi besar, keberanian, serta semangat melangkah maju. Perancang logo mengambil inspirasi dari kuda lumping sebagai representasi kekuatan budaya Nusantara.

Cek Bansos 2026 Pakai KTP, Panduan Resmi dari Kemensos

Setiap elemen logo saling terhubung dan membentuk identitas visual yang fleksibel untuk berbagai aktivitas perayaan Imlek di seluruh Indonesia. Berikut makna tiap unsur logo Imlek Nasional 2026.

Merah putih pada rambut kuda menempatkan identitas bangsa sebagai mahkota dari setiap gerak dan lompatan menuju masa depan. Unsur ini juga menegaskan nasionalisme sebagai fondasi utama.

Motif batik banji melambangkan kebahagiaan berlimpah, kesinambungan hidup, serta spiritualitas. Dalam konteks Imlek, banji juga merepresentasikan keberuntungan yang terus berputar dan keseimbangan lahir batin.

Selanjutnya, buntut kuda yang terbelah dua mencerminkan dualitas yang harmonis. Tradisi dan modernitas, lokal dan global, berpadu sebagai wujud Bhinneka Tunggal Ika serta keseimbangan masa lalu dan masa depan.

Motif batik pucuk rebung juga melambangkan kebaikan, pertumbuhan, dan harapan. Seperti bambu, simbol ini tumbuh dari akar kuat dan terus menjulang, mencerminkan perjalanan bangsa yang berakar namun progresif.

Makna Doa Nisfu Syaban dan Tradisi Membaca Yasin

Sedangkan mata api menandakan semangat, keberanian, dan fokus batin. Unsur ini menggambarkan energi kuda api yang menyala untuk menggerakkan perubahan dan menerangi arah masa depan.

Ring pada mulut kuda memaknai komunikasi dan keputusan. Simbol ini bahkan menegaskan kendali atas kata-kata, kebijaksanaan bertutur, serta komitmen untuk menyatukan, bukan memecah.

Sementara bunga batik pada kaki yang terangkat merepresentasikan semangat Indonesia untuk melangkah maju tanpa meninggalkan nilai budaya dan kemanusiaan.

Ring pada kaki juga menegaskan bahwa energi besar dan keberanian kuda api bergerak dengan kesadaran, etika, serta tujuan bersama. Kekuatan tidak liar, namun terarah dan bermakna. (bro2)

Rumor Samsung Galaxy S26, Dukung Pesan Satelit Tanpa Sinyal