BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Pergerakan transportasi di Kalimantan Timur awal 2026 menunjukkan dinamika berbeda. Saat jumlah penumpang udara menurun, arus barang justru meningkat.
Data terbaru mencatat penumpang angkutan udara domestik pada Februari 2026 mencapai 206.029 orang. Angka ini turun 7,73 persen ketimbang Januari.
Penurunan terlihat hampir pada seluruh bandara utama. Bandara Maratua mencatat penurunan tertinggi hingga 33,33 persen. Kemudian Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan sebesar 17,99 persen, Bandara Melalan Kutai Barat 14,20 persen, serta Bandara APT Pranoto Samarinda 9,81 persen.
Namun, tidak semua wilayah mengalami tren serupa. Bandara Kalimarau Berau justru melonjak 69,55 persen. Bandara Datah Dawai Mahakam Ulu juga tumbuh 25,49 persen.
Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menyebut secara kumulatif Januari hingga Februari 2026, jumlah penumpang domestik mencapai 429.314 orang. Angka ini turun 6,30 persen daripada periode sama tahun lalu. Namun penumpang internasional menunjukkan tren berbeda.
“Jumlah penumpang internasional naik 7,22 persen menjadi 10.370 orang,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Sementara itu, sektor angkutan laut memperlihatkan pola kontras. Jumlah penumpang dalam negeri pada Februari tercatat 39.732 orang, turun 10,97 persen daripada bulan sebelumnya.
Penurunan terjadi untuk sejumlah pelabuhan. Pelabuhan Bontang Lhok Tuan turun 21,54 persen, Samarinda 18,27 persen, dan Semayang Balikpapan 6,72 persen.
Meski penumpang menurun, arus barang justru bergerak naik. Volume angkutan laut mencapai 8,59 juta ton atau meningkat 2,30 persen.
Lonjakan signifikan terjadi pada Pelabuhan Semayang sebesar 55,85 persen dan Sangkulirang 45,59 persen. Sejumlah pelabuhan lain seperti Kariangau, Tanah Grogot, Samarinda, hingga Sangatta juga mencatat pertumbuhan.
“Namun, beberapa titik mengalami penurunan, seperti Pelabuhan Bontang, Kuala Samboja, dan Tanjung Santan,” bebernya.
Data ini menggambarkan perubahan pola mobilitas. Pergerakan manusia cenderung melambat, sementara distribusi barang tetap tumbuh mengikuti aktivitas ekonomi. (bro2)

