PPU
Beranda / DAERAH / PPU / Wabup PPU: Revitalisasi Pelabuhan Ubah Wajah Gerbang Nusantara

Wabup PPU: Revitalisasi Pelabuhan Ubah Wajah Gerbang Nusantara

Kapal feri yang sandar di Pelabuhan Penajam. Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin menilai rencana revitalisasi Pelabuhan Penajam sebagai langkah strategis memperbaiki wajah daerah penyangga IKN. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, menanggapi santai gelombang opini masyarakat terkait rencana besar revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Penajam. Ia menilai dinamika tersebut merupakan bagian normal dari proses pembangunan daerah yang sedang bersiap menjadi etalase utama Ibu Kota Nusantara.

Waris Muin mengungkapkan bahwa wacana proyek penataan Pelabuhan Penajam sebenarnya bukan ide kemarin sore. Pemerintah daerah juga telah menggodok rencana ini sejak era kepemimpinan Yusran Aspar.

Kini, pemerintah kembali mendorong rencana tersebut demi mempercantik wajah daerah yang menyandang status Gerbang Nusantara.

“Saya mendengar ada beragam tanggapan warga soal wacana pemerintah daerah dalam membangun perwajahan PPU masa depan. Saya kira itu normal saja,” ujar Abdul Waris Muin, Senin (19/1/2026).

Meski bertujuan mempercantik daerah, proyek ini akan menyentuh area pemukiman warga. Ia menyebut, pemerintah berencana melakukan relokasi pemukiman demi mewujudkan kawasan pelabuhan yang lebih representatif dan modern.

Koperasi Desa Merah Putih Tak Gantikan Peran BUMDes di PPU

Waris Muin bahkan menekankan bahwa pada usia PPU yang ke-23, pembenahan sektor strategis tidak boleh lagi tertunda.

“Ini bukan soal penting atau tidak penting. PPU sudah 23 tahun mandiri, menuju 25 tahun, tapi perwajahannya masih belum terlihat maksimal,” tegasnya.

UBAH KESAN KUMUH

Waris Muin juga menyampaikan, pemerintah daerah aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pemangku kepentingan terkait. Fokus utamanya adalah mengubah titik-titik yang selama ini menjadi sorotan negatif karena terkesan tidak terawat.

“Kawasan sekitar pelabuhan itu ingin kita jadikan perwajahan PPU. Selama ini kita tahu kondisinya seperti apa, dan justru sering menjadi sorotan,” jelas Waris Muin.

Selain itu, ia menjamin bahwa pemerintah tidak akan menggusur secara sepihak. Dialog terbuka menjadi prioritas utama, terutama bagi warga yang memegang hak atas lahan dan terdampak langsung oleh kebijakan relokasi.

Gaji ASN Tertunda karena Kas Pemkab PPU Minim

“Kita harus berdialog. Tujuan kita bukan merugikan masyarakat, tapi memperbaiki. Banyak kawasan yang selama ini terlihat kumuh, dan kita ingin melihatnya menjadi lebih baik,” pungkasnya. (bro3)