BERANDAPOST.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) bersiap meluncurkan Program RT Ku Terbaik pada awal Maret 2026. Program ini mengalokasikan dana Rp150 juta untuk setiap rukun tetangga (RT) dengan konsep pembangunan berbasis warga, menempatkan masyarakat sebagai pengambil keputusan utama.
Kepala Bidang Pembangunan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa (Pemasbangdes) DPMD Kukar, A. Riyandi Elvandar, menjelaskan skema tersebut.
“Penyelenggara program ini bukan lagi perangkat atau struktur pemerintah daerah. Pemerintah daerah hanya melansir dana melalui kecamatan berupa belanja uang kepada RT, lalu memberi mandat kepada masyarakat melalui lembaga RT,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Meski memberi ruang besar kepada masyarakat, Riyandi menegaskan dana tersebut tetap berada dalam koridor aturan pemerintah daerah. Perencanaan dan pengawasan tetap menjadi kunci agar penggunaan anggaran berjalan tepat sasaran.
“RT tidak serta-merta bisa langsung menggunakan dana. Penggunaannya melalui perencanaan dan monitoring oleh Tim Pengendali RT Ku Terbaik,” katanya.
Tim Pengendali, lanjut Riyandi, akan menyusun langkah teknis capaian program selama satu tahun. Proses itu mencakup penetapan prioritas kegiatan serta bentuk intervensi, lalu menuangkannya ke dalam surat ketetapan sebagai dasar pelaksanaan.
Setelah itu, RT wajib menggelar musyawarah bersama warga. Forum ini menjadi ruang menentukan kegiatan serta penerima manfaat secara terbuka dan partisipatif.
“RT harus bersepakat dengan masyarakat, melaksanakan kegiatan apa dan siapa yang menerima manfaat. Kemudian mengajukan hasil musyawarah itu ke kecamatan untuk verifikasi. Jika layak dan patut menerima bantuan, barulah program bisa berjalan,” jelasnya.
Riyandi mengingatkan bahwa dana RT Ku Terbaik merupakan uang negara yang dititipkan kepada RT. Karena itu, transparansi dan keterlibatan warga menjadi prinsip utama.
“Ini bukan dana yang RT bisa gunakan semau-maunya oleh RT. Program ini harus betul-betul terencana dari masyarakat. Jangan sampai kami temukan RT mengatur semua tanpa masyarakat mengetahuinya,” tegas Riyandi.
FOKUS AWAL PENDATAAN WARGA
Pada tahap awal, Pemkab Kukar menempatkan pendataan masyarakat sebagai fokus utama Program RT Ku Terbaik. Langkah ini bertujuan memperkuat basis data sosial hingga tingkat RT.
Riyandi menyebut sejak awal Bupati Kukar menekankan pentingnya data akurat yang sesuai kondisi lapangan agar intervensi program benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.
“Pada awal program RT Ku Terbaik ini, Pak Bupati ingin pengalokasian dana terfokus pada pendataan lokal kependudukan, khususnya data masyarakat dalam wilayah masing-masing RT,” ujarnya.
Pendataan tersebut mencakup data *by name by address* yang menggambarkan kondisi sosial warga secara nyata. Dengan basis data tersebut, kebijakan pemerintah daerah ke depan tidak lagi bersifat umum.
“Dengan data yang sesuai kondisi lapangan, sentuhan program ke depan tidak lagi bersifat umum, tetapi tepat sasaran,” katanya.
Ia menambahkan, data hasil pendataan RT juga akan dimanfaatkan lintas program, tidak terbatas pada RT Ku Terbaik saja.
“Data awal ini nantinya bisa kita sajikan dan gunakan dalam berbagai program luar RT Ku Terbaik. Dengan begitu, pemerintah akan lebih mudah melihat kondisi sosial kemasyarakatan dan menentukan kebijakan yang warga butuhkan,” jelasnya.
Lebih jauh, Riyandi menegaskan bahwa Program RT Ku Terbaik membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. RT tidak bekerja sendiri, melainkan bersinergi dengan berbagai lembaga sesuai fungsi masing-masing.
“RT ini bukan lembaga yang powerful untuk mengerjakan segala-galanya. Tapi di situ RT akan melakukan kolaborasi dengan lembaga-lembaga yang ada sesuai dengan fungsi dan kedudukannya untuk bergerak di bidang apa terkait dengan pemberdayaan yang dilakukan di Program RT Ku Terbaik,” pungkasnya. (bro2)


