BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Polresta Balikpapan menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan selama Ramadan, terutama kegiatan sahur on the road, perang sarung, dan balap liar.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy mengatakan aktivitas sahur on the road yang melibatkan anak muda perlu mendapat perhatian karena berpotensi menimbulkan kerawanan.
“Yang perlu kita antisipasi adalah kegiatan-kegiatan yang menonjol seperti sahur on the road. Anak-anak muda setelah sahur sering keliling untuk membangunkan orang,” ujar Jerrold.
Menurutnya, aktivitas tersebut berpotensi berkembang menjadi tindakan berbahaya seperti perang sarung yang pernah terjadi pada sejumlah daerah.
“Potensi seperti ini bisa berkembang menjadi perang sarung. Kami pernah mencatat kejadian yang menyebabkan seorang anak mengalami cacat permanen,” katanya.
Polresta Balikpapan akan melakukan langkah pencegahan melalui sosialisasi oleh Bhabinkamtibmas. Kegiatan tersebut melibatkan perangkat kelurahan dan ketua RT agar orangtua meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama pada waktu menjelang dan setelah sahur.
Jerrold juga menyoroti potensi balap liar yang kerap terjadi setelah salat subuh. Polisi telah memetakan sejumlah titik yang rawan digunakan untuk aksi tersebut.
“Balap liar sangat membahayakan, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan Ramadan untuk meningkatkan ibadah serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga juga agar saling menghormati, baik yang menjalankan puasa maupun yang tidak.
Kapolresta turut mengimbau masyarakat agar mengisi waktu menjelang berbuka dengan kegiatan positif, termasuk mendukung pelaku UMKM.
“Kalau mau ngabuburit, mari ramaikan jualan para pelaku UMKM. Saling jaga dan awasi lingkungan agar pelaku kejahatan tidak memanfaatkan kesempatan,” ujarnya.
Polresta Balikpapan berharap partisipasi aktif masyarakat dapat membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan tetap kondusif. (bro2)








