BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Harga beras secara nasional mengalami tren kenaikan. Namun Pemerintah Kota Balikpapan meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan. Pasalnya, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara sebanyak 22.300 ton.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan stok beras saat ini berada dalam kondisi aman.
“Mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026,” kata Haemusri, Kamis (2/7/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata harga beras medium pada pekan ketiga Juni 2026 mencapai Rp14.402 per kilogram. Sementara pada tingkat eceran, harga beras telah menyentuh kisaran Rp16.000 per kilogram.
Kenaikan harga terjadi meski stok beras nasional berada pada level tinggi. Salah satu penyebabnya adalah kekhawatiran terhadap dampak fenomena El Nino yang berpotensi menekan produksi dan pasokan beras, baik dalam maupun luar negeri.
Selain itu, kenaikan harga gabah tingkat petani turut memengaruhi harga beras. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, rata-rata harga gabah naik dari Rp6.951 per kilogram pada awal Juni menjadi Rp6.993 per kilogram pada pekan ketiga Juni 2026.
“Kami akan terus mengawasi ketersediaan pasokan dan pergerakan harga agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi serta stabilitas harga pangan tetap terjaga,” pungkasnya. (bro2)

