BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / B-Connect Pantau Lalu Lintas Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan 24 Jam

B-Connect Pantau Lalu Lintas Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan 24 Jam

Water barrier dan traffic cone yang sudah terpasang di persimpangan Jalan Syarifuddin Yoes-Ruhui Rahayu. Dinas Perhubungan Kota Balikpapan juga menggunakan B-Connect untuk memantau lalu lintas dan mengatur rekayasa arus kendaraan. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Akses kendaraan yang hendak melintasi titik ambles Jalan Syarifuddin Yoes mulai mendapat pembatasan sejak dua hari terakhir. Pengerjaan fisik pun resmi berjalan seiring masuknya alat berat ke lokasi proyek.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan pihaknya memanfaatkan teknologi dari B-Connect. Sistem tersebut terintegrasi dengan seluruh traffic light Kota Balikpapan, petugas dapat memonitor kepadatan kendaraan selama 24 jam penuh.

Ketika antrean mulai memanjang, durasi lampu hijau pada ruas tertentu langsung mendapatkan penyesuaian agar arus kendaraan tetap bergerak.

“Monitoring ini berlangsung selama 24 jam penuh,” kata Fadli, Jumat (15/5/2026).

Selain itu, petugas sudah memasang water barrier, traffic cone, hingga banner sosialisasi pada sejumlah titik strategis untuk mencegah kendaraan besar salah jalur.

Seno Aji Ajak Jemaah Haji Belanja Oleh-Oleh di Daerah

“Tujuannya agar aktivitas masyarakat tetap berjalan optimal meski perbaikan tengah berlangsung,” jelasnya.

Ia menyebut proyek penanganan amblesnya Jalan Syarifuddin Yoes bakal berlangsung selama tiga bulan. Perkiraan tersebut berdasarkan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim).

“Perbaikan selama tiga bulan,” ucapnya.

Untuk mendukung itu, pihaknya kemudian melakukan pengalihan arus lalu lintas kendaraan. Terutama truk berbadan besar.

“Pengemudi tetap wajib tunduk pada jam operasional sesuai surat edaran wali kota,” tegasnya.

Warga Balikpapan Kini Bisa Urus KTP-el di Kecamatan

Selain itu, petugas sudah memasang water barrier, traffic cone, hingga banner sosialisasi pada sejumlah titik strategis untuk mencegah kendaraan besar salah jalur.

“Tujuannya agar aktivitas masyarakat tetap berjalan optimal meski perbaikan tengah berlangsung,” pungkasnya. (bro2)