EKONOMI
Beranda / EKONOMI / RDMP Balikpapan Kunci Swasembada Solar Indonesia 2026

RDMP Balikpapan Kunci Swasembada Solar Indonesia 2026

Pemerintah menargetkan swasembada Solar pada 2026. Menteri ESDM Bahlil menyebut RDMP Balikpapan akan menghentikan impor dan menciptakan surplus Solar. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, JAKARTA – Pemerintah menargetkan Indonesia mencapai swasembada bahan bakar minyak jenis Solar pada 2026. Target tersebut sangat bergantung pada beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan secara penuh.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan kilang RDMP Balikpapan akan mendorong peningkatan kapasitas produksi Solar nasional. Ia memproyeksikan Indonesia mampu mencatat surplus Solar jika proyek strategis tersebut beroperasi optimal.

“Solar nanti tahun 2026 itu, kalau RDMP kita sudah jadi, kita akan surplus kurang lebih sekitar 3 sampai 4 juta (kiloliter). Jadi, agenda kami tahun 2026 itu tidak ada impor Solar lagi,” ujar Bahlil dalam rilis Kementerian ESDM, Jumat (9/1/2026).

Meski menargetkan nol impor Solar pada 2026, Bahlil menegaskan realisasi kebijakan tersebut tetap menyesuaikan kesiapan infrastruktur serta jadwal operasional kilang milik PT Pertamina (Persero). Kementerian ESDM terus memperkuat koordinasi dengan Pertamina untuk memastikan kesiapan teknis.

Ia menjelaskan, apabila kilang mulai beroperasi penuh pada Maret 2026, pemerintah masih membuka peluang impor terbatas pada awal tahun demi menjaga ketahanan stok nasional.

Strategi Investasi Jangka Panjang, Fokus Tujuan Bukan Return

“Tergantung dari Pertamina ya. Kalau katakanlah bulan Maret baru bisa (beroperasi penuh), berarti Januari dan Februari mungkin masih ada sedikit (impor) yang kita eksekusi. Tapi itu perlu saya exercise ya. Kalau memang Januari-Februari tidak perlu impor, ya tidak usah,” jelasnya.

SUSUN PETA JALAN KUALITAS SOLAR

Selain mengejar kecukupan pasokan dan penghentian impor, Kementerian ESDM juga menyusun peta jalan peningkatan kualitas Solar nasional. Saat ini, Solar dalam negeri telah memiliki angka setana 51. Pemerintah menargetkan kualitas tersebut meningkat hingga setara standar Euro 5.

Bahlil mengakui kesiapan infrastruktur kilang masih menjadi tantangan utama. Namun, ia menegaskan pemerintah terus mendorong pemutakhiran teknologi kilang agar standar lingkungan lebih baik dapat tercapai.

“Upaya kita akan ke sana (Euro 5). Memang sekarang infrastruktur kilang kita belum sepenuhnya memadai untuk itu, tapi upayanya akan ke sana (Euro 5), terus kita lakukan yang terbaik ya,” pungkas Bahlil.

Proyek RDMP Kilang Balikpapan termasuk Proyek Strategis Nasional dengan nilai investasi mencapai USD7,4 miliar atau sekitar Rp126 triliun. Proyek ini menjadi salah satu investasi terbesar BUMN untuk menekan impor BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional. (bro2)

Pertamina Patra Niaga Perkuat Armada Tangki FAW Nasional