BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Kasus campak kembali mencuat dalam Kota Balikpapan. Dalam beberapa pekan terakhir, jumlahnya terus bertambah dan kini menembus angka 200 kasus.
Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mencatat sebaran kasus telah menjangkau berbagai kelurahan. Kondisi ini mendorong peningkatan kewaspadaan, meski statusnya belum masuk kategori kejadian luar biasa.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, mengungkapkan pola penyebaran kali ini berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya campak identik dengan anak-anak, kini justru banyak menyerang usia dewasa.
“Kalau seseorang sudah pernah mendapatkan imunisasi campak, biasanya gejalanya tidak terlalu berat karena tubuh sudah memiliki kekebalan,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Kekebalan Tubuh Jadi Kunci
Alwiati menduga perubahan pola tersebut karena berkaitan dengan riwayat imunisasi yang tidak lengkap sejak masa kecil. Tanpa vaksinasi, tubuh tidak memiliki perlindungan optimal saat terpapar virus.
Akibatnya, penderita berisiko mengalami gejala lebih berat. Dalam beberapa kasus, campak dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti sesak napas hingga pneumonia.
“Komplikasi tersebut bisa berbahaya, terutama bagi yang belum pernah mendapatkan vaksin,” jelas Alwiati.
Meski belum masuk kategori daerah endemik yang wajib menjalankan program Outbreak Response Immunization (ORI) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, DKK tetap mempercepat upaya pencegahan.
Fokus utama pun mengarah pada peningkatan cakupan imunisasi masyarakat. DKK mengimbau warga agar segera melengkapi vaksinasi melalui fasilitas layanan kesehatan yang tersedia.
“Kami terus mengejar cakupan imunisasi agar masyarakat tidak mudah terjangkit,” tegasnya.
Isolasi Mandiri untuk Cegah Penularan
Selain vaksinasi, langkah penting lain adalah isolasi mandiri bagi penderita. Upaya tersebut sejauh ini efektif untuk memutus rantai penularan dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Selanjutnya. pasien agar beristirahat hingga benar-benar pulih sebelum kembali beraktivitas.
“Kalau sudah terjangkit, sebaiknya isolasi mandiri sampai sembuh agar tidak menularkan ke keluarga,” ujarnya.
DKK Balikpapan terus memantau perkembangan kasus melalui fasilitas kesehatan seluruh wilayah kota. Pihaknya juga tetap membuka layanan vaksinasi bagi masyarakat.
“Tentunya kami berharap kesadaran warga meningkat, sehingga penyebaran campak dapat terkendali dan tidak meluas ke wilayah lain,” pungkas Alwiati. (bro2/Adv Diskominfo Balikpapan)



