INTERNASIONAL
Beranda / TOPIK / INTERNASIONAL / Akses Raudhah Gratis via Nusuk Haji, Jemaah Waspada Penipuan

Akses Raudhah Gratis via Nusuk Haji, Jemaah Waspada Penipuan

Jemaah haji diminta waspada penipuan akses Raudhah di Masjid Nabawi. Pemerintah tegaskan masuk gratis hanya lewat barcode dan aplikasi Nusuk. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, MADINAH – Jemaah haji Indonesia harus lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan akses masuk Raudhah, Masjid Nabawi. Pemerintah menegaskan, tidak ada pungutan alias gratis untuk seluruh layanan masuk ke area tersebut, dan hanya melalui jalur resmi.

Kepala Bidang Media Center Haji PPIH Arab Saudi, Ichsan Marsha, menyebut praktik penipuan kian marak, terutama terkait akses Raudhah dan kartu Nusuk. Oknum tak bertanggung jawab memanfaatkan ketidaktahuan jemaah untuk meraup keuntungan.

“Jemaah haji agar berhati-hati dengan penipuan modus bahwa kartu Nusuk bermasalah, dengan cara meminta klik link yang mereka kirim ke WhatsApp jemaah. Jangan percaya dan jangan klik link yang mereka kirim,” tegasnya dalam keterangan resmi Kemenhaj, Jumat (30/4/2026).

Ichsan menjelaskan, akses resmi ke Raudhah menggunakan sistem barcode melalui skema tasrih (izin kolektif) atau aplikasi Nusuk bagi jemaah mandiri.

“Kalau luar mekanisme tersebut, jemaah patut curiga sebagai penipuan,” imbuhnya.

30 Ribu Jemaah Tiba di Madinah, 6.172 Calon Haji Lansia

Sementara itu, Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, menegaskan fasilitas masuk Raudhah merupakan layanan resmi yang menjadi hak seluruh jemaah Indonesia.

“Masuk ke Raudhah itu gratis. Jika ada pihak yang menawarkan jasa lalu meminta bayaran, segera laporkan ke petugas sektor, khususnya sektor Nabawi,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah oknum kerap menyamar sebagai petugas dan meminta bayaran. PPIH memastikan tidak akan mentoleransi praktik pungutan liar dalam bentuk apa pun.

Siapkan Skema Tasrih

Sedangkan Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Madinah, Efrilen Hafizh, memastikan skema tasrih telah siap untuk mengatur akses jemaah secara tertib.

“Per 28 April 2026 pukul 10.00 WAS, jumlah tasrih yang telah mendapat persetujuan mencapai 25.564 jemaah, dengan rincian 12.747 jemaah laki-laki dan 12.817 jemaah perempuan,” paparnya.

Kesaksian Jurnalis Melihat Penembakan di White House Correspondents’ Dinner

Pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan ketat dalam akses Raudhah. Jemaah wajib menggunakan barcode, baik melalui tasrih kolektif maupun aplikasi Nusuk.

Terkait kebijakan usia, Hafizh menyebut sebelumnya ada pembatasan akses hingga usia 41 tahun. Setelah kesepakatan baru, batas usia meningkat menjadi 60 tahun.

“Jemaah yang usianya melebihi ketentuan, tetap mendapat fasilitasi melalui mekanisme khusus,” jelasnya.

Dalam praktiknya, Sektor Khusus Nabawi mengelola barcode tasrih kolektif. Petugas memastikan seluruh jemaah berkumpul sesuai kuota sebelum masuk area Raudhah.

“Misalnya satu tasrih untuk 150 orang, maka harus dipastikan seluruh jemaah sudah berkumpul. Tidak ada pembagian barcode secara bebas agar kuota terisi optimal dan tidak terbuang saat pemeriksaan di pintu masuk Raudhah,” pungkasnya. (bro2)

Malaysia Desak Iran Lepaskan Kapal Tanker di Selat Hormuz